ISLAMRAMAH.CO, Penolakan masyarakat terhadap bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan bentuk kecintaannya kepada Tanah Air Indonesia. Meskipun bendera HTI menggunakan kalimat tauhid, tidak berarti masyarakat menolak kalimat tauhid itu sendiri. Sebab, masyarakat Muslim di Indonesia tetap menjadikan kalimat tauhid sebagai bacaan dalam setiap melaksanakan ibadah, seperti shalat, tahlilan, bahkan sampai menjelang wafatpun mengucapkan kalimat tauhid.

Pesan itulah yang disampaikan Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor, Yaqut Cholil Qoumas atau akrab dipanggil Gus Yaqut. Menurutnya, umat Islam tidak pernah ada masalah dengan kalimat tauhid, kalimat itu akan senantiasa dijunjung tinggi melebihi apapun. Namun demikian, bendera yang gunakan HTI yang bertuliskan kalimat tauhid itu sejatinya merupakan kedok untuk menolak NKRI dan Pancasila.

“Sebenarnya kita tidak masalah dengan kalimat tauhid, sebuah kalimat yang kita junjung tinggi melebihi apapun. Tetapi ini masalah lain,” kata Gus Yaqut di Kantor PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta (23/10).

Gus Yaqut mengumpamakan, andaikata HTI berikrar bahwa benar-benar mencintai NKRI, maka tentu saja tidak akan masalah dengan simbol bendera yang dibawanya. Masalahnya, sampai sekarang pun HTI tidak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negeri yang harus dijaga dan dipertahankan sampai kapanpun.

“Misalnya begini. Mereka menuliskan ‘NKRI Harga Mati’ di bawah bendera yang mereka sebut ar-rayah dan al-liwa itu. Kita tidak ada masalah. Tetapi berani atau tidak mereka menulis itu? Di bawah tulisan khat kalimat tauhid itu apakah mereka berani menulis ‘NKRI Harga Mati’ atau ‘Pancasila Jaya’, mereka tidak berani,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: