ISLAMRAMAH.CO, Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam membentuk generasi bangsa yang relijius dan ber-akhlakul karimah. Melalui pendidikan agama sejak dasar, generasi masa depan Indonesia diharapkan menjadi generasi yang bisa memberi dampak positif bagi negara, bangsa dan agama. Namun demikian, dalam memilih seorang guru agama hendaknya memilih mereka yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.

Hal itu penting karena guru yang memiliki sanad keilmuan yang jelas adalah mereka yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren. Secara otomatis, ia telah menguasai kajian-kajian kitab klasik Islam sebagai modal dasar untuk memahami esensi agama. Sebaliknya, hendaknya kita tidak memilih guru agama yang hanya bermodalkan terjemahan semata, karena Islam merupakan agama yang harus dipelajari secara menyeluruh.

Menurut Kiai Anwar Zahid, tidak semua guru memiliki sanad keilmuan yang jelas. Maka dari itu, hendaknya kita lebih memilih guru yang sudah matang dalam mempelajari ilmu agama. “Dalam memilih guru, sebaiknya kita lebih memilih guru yang sudah matang dalam mempelajari ilmu agama dan jelas sanadnya,” jelas Kiai Anwar Zahid dalam ceramahnya yang diunggah di channel youtube KH Anwar Zahid.

Kiai asal Bojonegoro itu menambahkan, memilih guru yang salah bisa berdampak buruk terhadap cara berpikir dan bersikap anak didik dalam memahami agama. Sebaliknya, guru yang tepat merupakan keniscayaan karena masa depan generasi Indonesia yang moderat, toleran dan terbuka terhadap perbedaan adalah tanggungjawab setiap guru.

“Jangan sampai kita memilih guru yang berpatokan pada terjemahan saja, tetapi guru yang sudah berpengalaman mengkaji kitab-kitab salaf dan kitab kuning seperti Nahwu, Shorof, Ushul Fiqih, Balaghah, Mantiq, Taqrib dan lain-lain. karena dengan demikian sudah jelas matang tingkat keilmuannya,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: