ISLAMRAMAH.CO, Seluruh kandungan dalam al-Quran merupakan ajaran-ajaran kebaikan bagi manusia dan makhluk-makhluk lain di seluruh semesta alam ini. Tidak ada kitab suci yang mengajarkan nilai-nilai keburukan dan sikap-sikap tercela karena kitab suci hadir sebagai pedoman kebaikan, bukan keburukan. Maka dari itu, setiap perbuatan buruk yang dilakukan seseorang atau kelompok sejatinya bukan ajaran agama, dan bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Pesan itulah yang mengemuka saat Habib Umar bin Hafidz menjadi pembicara dalam Dialog Peradaban lintas Agama di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat (13/10). Menurut Habib Umar, seluruh agama mengecam segala perbuatan buruk yang bisa merusak kerukunan umat manusia. “Apabila dia (seseorang) melakukan kejahatan kepada manusia lain dan mengklaim kalau itu bukan ajaran agamanya, maka berarti orang ini pun tercela dalam setiap agama,” kata Habib Umar.

Menurut Habib Umar, berbagai permasalahan yang melibatkan masyarakat sejatinya bersumber dari nafsu pribadi setiap manusia. Apabila batinnya baik, maka kebaikan akan menyebar di tengah-tengah masyarakat. Namun sebaliknya, apabila syahwat pribadi lebih mendominasi, maka masalah-masalah akan datang pada diri seseorang dan masyarakat di sekitarnya.

“Sebab sesungguhnya masalah-masalah yang ada pada masyarakat datangnya itu bukan dari luar, tetapi sumbernya dari dalam dirinya, nafsunya sendiri. Apabila nafsunya dan batinnya baik, maka kebaikan akan menyebar sampai keluar di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ulama terkemuka asal Haramain itu menambahkan, tugas masing-masing umat beragama adalah mengamalkan kandungan ajaran-ajaran agama yang terdapat di dalam kitab suci masing-masing. Semua kitab suci tersebut merupakan pedoman untuk membangun dunia menjadi peradaban yang adiluhung.

“Tugas kita sekarang ini bagaimana mempraktikkan dari isi kitab-kitab itu Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran dan ajaran nabi-nabi kita praktikkan di dalam dunia ini; menjaga hak tetangga, hak sesama manusia, melindungi setiap jiwa, kita tidak boleh mencuri harta orang lain dan kita tidak boleh mengganggu kehormatan orang lain,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: