ISLAMRAMAH.CO, Islam adalah agama kemanusiaan dan menghormati hak-hak hidup manusia. Dalam Islam, kedudukan manusia begitu mulia hingga Allah mempercayai manusia sebagai khalifahNya untuk mengurus dan melestarikan makhluk-makhlukNya di muka bumi ini. Begitu mulai manusia dalam sudut pandang agama, sampai Allah memerintahkan kepada malaikat dan jin untuk bersujud kepada manusia. Oleh karena itu, dalam prinsip agama Islam, menghormati manusia berarti menghormati Allah karena Allah lah yang menciptakan manusia.

Mengapa manusia begitu mulia di mata Allah? Tak lain karena manusia menempati posisi istimewa di sisi Allah dibanding makhluk-makhluk yang lain. Namun demikian, pada saat yang sama manusia bisa menjadi makhluk yang paling hina jika perbuatannya tidak mencerminkan amal saleh. Dalam Al-Quran ditegaskan, menghormati pribadi orang lain adalah sesuatu yang dimuliakan. Sebaliknya, kita dilarang untuk memperolok-olok orang lain.

Selaras dengan hal tersebut, menurut Kiai Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa tengah, menghargai manusia dan makhluk-makhluk Allah lainnya sejatinya adalah menghargai Allah itu sendiri. Hal itu karena Allah lah yang menciptakan makhluk-makhlukNya. Sebaliknya, apabila kita membenci atau menistakan makhluk-makhluk Allah maka sebenarnya kita juga tengah menistakan Allah.

“Menghargai makhluk Allah berarti menghargai Allah juga. Menghormati makhlukNya juga berarti  menghormatiNya. Demikian juga menistakan. Tentu dalam batas-batas syar’i,” tulis Kiai Ubaidillah melalui akun twitternya (14/10).

Demikian pentingnya menghormati manusia dan nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam. Manusia tidak hanya memiliki kedudukan terhormat dibanding makhuk-makhluk Allah yang lain, melainkan juga dimuliakan Allah Swt beserta para malaikatNya. Maka dari itu, apabila hendak memuliakan Allah, maka muliakanlah manusia. Karena memuliakan manusia sejatinya adalah memuliakan penciptanya, yakni Allah Swt.

%d blogger menyukai ini: