Kiai Kholil Bangkalan, ulama terkemuka asal pulau Madura yang dikenal sebagai maha guru para ulama Nusantara, kerapkali memperlihatkan suatu hal yang tidak mungkin bisa diterima melalui akal rasional. Pernah Kiai Kholil membuat Habib Jindan bin Salim tercengang, karena mampu mengetahui kegelisan hati dan maksud Habib Jindan bertemu dengannya.

Dikisahkan, suatu ketika Habib Jindan bin Salim berselisih pendapat dengan seorang temannya perihal bacaan ayat maaliki yaumiddin di dalam surat Al-Fatihah. Perdebatan itu menyangkut manakah yang paling benar, apakah bacaan maaliki yaumiddin (dengan ditambahkan huruf alif pada mimnya) atau maliki yaumiddin (dengan tanpa alif).

Perdebatan itu tak kunjung usai sehingga tidak ditemukan jawaban yang memuaskan. Melalui perenungan yang bulat, pada akhirnya Habib Jindan memilih berkunjung ke kediaman Kiai Kholil Bangkalan untuk mencari jawaban itu.

Kiai Kholil yang pada saat itu sedang duduk di serambi masjid, dan melihat rombongan Habib Jindan datang, Kiai Kholil bergegas menyambut dan menghampiri kedatangannya sambil berteriak, maaliki yaumiddin ya Habib, maaliki yaumiddin ya Habib (dengan memanjangkan mimnya).

Habib Jindan pun tercengang dan penuh heran. Bagaimana mungkin, Kiai Kholil mengetahui maksud kedatangannya padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui maksud dan kedatangannya bertemu Kiai Kholil.

Sebelumnya, Habib Jindan pun juga tidak pernah mengutarakan kegelisahannya. Namun demikian, di luar logika dan tentu saja menakjubkan, ternyata Kiai Kholil telah mengetahui apa yang hendak ditanyakan tamunya itu.

Wallahua’lam

%d blogger menyukai ini: