ISLAMRAMAH.CO, Kehidupan senantiasa berjalan fluktuatif, artinya berubah-ubah, tidak selalu baik, tidak juga selalu buruk, tidak selalu menyenangkan, tidak pula selalu menyedihkan. Karena itu, dalam mengarungi kehidupan di dunia, ketika memperoleh ujian, maka hendaknya tidak begitu menampilkan rasa dukacita yang mendalam. Sebaliknya, ketika memperoleh anugerah hendaknya tidak berlebihan mengekspresikan kebahagiaan.

Menurut pakar tasawwuf, KH Luqman Hakim, Allah Swt senantiasa memberikan anugerah berupa kemenangan dan kemudahan agar manusia senantiasa mengingat nikmat itu sebagai pemberian Allah yang Maha Kuasa. “Allah Swt memberi kemenangan dan kemudahan agar anda lebih cepat kembali kepada-Nya dengan indah dan nyaman. Dua-duanya cara Allah menyayangimu,” tulis Direktur Sufi Center itu melalui akun twitternya (2/10).

Meskipun demikian, ketika memperoleh nikmat kebahagiaan, hendaknya seseorang juga bisa mengendalikannya karena pasti suatu saat dukacita akan tiba. Tidak selamanya sukacita akan terdapat dalam diri seseorang, begitu juga tidak selamanya dukacita akan menimpa seseorang. Hal itu karena kedatangan keduanya, yaitu anugerah dan ujian merupakan cara Allah menyayangi manusia, karena melalui anugerah dan cobaan, seseorang akan senantiasa mengingat kembali Allah Swt.

Dua-duanya (Anugerah dan ujian) merupakan cara Allah menyayangi hamba-hambaNya karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya. Karena itu, segala ujian ataupun anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya merupakan cara Allah menyayangi hamba-hambaNya. “Kendalikan sukacitamu karena seberat sukacitamu, seberat dukamu kan tiba,” pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor itu.

%d blogger menyukai ini: