ISLAMRAMAH.CO, Selanjutnya, “…dan apabila Aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinga yang dengannya ia mendengar. Aku akan menjadi mata yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi lisan yang dengannya ia berbicar; Aku akan menjadi tangan yang dengannya ia memegang, dan menjadi kaki yang dengannya ia berjalan.

Hadis di atas memberikan pengertian bahwa Aku (Allah) akan memelihara anggota badannya agar tidak berbuat apapun yang tidak Aku ridhai, dan tidak berdiam diri tanpa melaksanakan ketaatan kepadaKu. Atau bisa juga dimaknai bahwa ia tidak mendengar selain kalimat-kalimat zikir kepadaKu, tidak melihat kecuali pada keajaiban-keajaiban ciptaan-Ku, dan tidak merasakan kelezatan selain dengan membaca kitab-Ku. Ia tidak merasa rindu kecuali untuk bermunajat kepadaKu, tidak mengulurkan tangan selain untuk mendapatkan ridhaKu, dan tidak melangkahkan kakinya kecuali dalam ketaatan kepadaKu.

Alhasil, barangsiapa bermujahadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan fardhu dan sunah, niscaya Allah akan mendekatkan orang tersebut ke hadiratNya, dan mengangkat derajatnya dari tingkat iman ketingkat ihsan. Ia akan menjadi hamba yang menyembah Allah dengan sepenuh hati dan rasa rindu sehingga dapat melihat Allah dengan mata hati seakan-akan ia melihatNya dengan mata lahir.

Pada saat itulah, hatinya akan dipenuhi dengan makrifat Allah dan perasaan cinta kepadaNya. Cintanya semakin bertambah hingga tak ada lagi tempat di hatinya kecuali kecintaan kepada Allah. Jika sudah demikian, maka segenap anggota badannya tidak akan berbuat kecuali yang sejalan dengan hati nuraninya. Inilah yang dimaksud bahwa di dalam hatinya tidak ada sesuatu melainkan Allah; makrifat Allah, cinta, dan zikir kepadaNya.

%d blogger menyukai ini: