ISLAMRAMAH.CO, Islam Nusantara kini makin mendunia dan memberi inspirasi pada peradaban global. Betapa tidak, ciri keberislam khas Nusantara yang moderat, toleran dan ramah mulai diadopsi oleh banyak negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di Timur Tengah. Meskipun demikian, ada sebagian kecil yang salah persepsi dan enggan melakukan klarifikasi tentang Islam Nusantara. Islam Nusantara dianggap sebagai ajaran atau aliran baru, bahkan dituduh sebagai agama baru.

Menurut Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdiyah (Jatman), Habib Luthfi bin Yahya, Islam Nusantara bukanlah ajaran atau aliran baru. Islam Nusantara adalah ekspresi keberislaman yang mengandung muatan lokal Nusantara, yang mana ciri khas keberislaman masyarakat di Nusantara senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip moderat, ramah da toleran. Ciri khas keberislaman ini telah digagas oleh penyebar Islam di Nusantara yang dikenal dengan Wali Songo.

“Islam Nusantara itu maksudnya Islam di Nusantara, bukan merupakan ajaran atau aliran sendiri. Jadi bagaimana mewarisi Islam yang telah digagas atau dikembangkan para wali-wali dulu,” jelas Habib Luthfi dalam ceramahnya yang diunggah di Youtube.

Menurut Habib Luthfi, umat Islam memiliki aqidah yang sama sedunia, hanya saja setiap muslim di berbagai penjuru dunia memiliki tradisi dan aplikasi Islam yang berbeda-beda. Di Nusantara, Islam memiliki karakteristik yang unik, di mana keberislaman masyarakatnya mengakomodasi tradisi dan budaya lokal. Melalui cara itu, maka Islam di Nusantara tumbuh subur dan menjadi agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Nusantara.

“Islam di belahan bumi Indonesia itu punya karakteristik sendiri yang unik. Kalau saja wali songo itu tidak coba beradaptasi dengan lingkungan sekitar ketika Hindu dan Budha masih menjadi agama mayoritas, mungkin kita tidak bisa menyaksikan Islam yang tumbuh subur seperti sekarang ini,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: