Kiai Said Aqil Siroj: Iman Belum Sempurna Tanpa Nasionalisme

ISLAMRAMAH.CO, Indonesia merupakan negara yang sangat beragam yang terdiri dari banyak suku, bahasa, tradisi budaya dan agama yang berbeda-beda. Allah Swt telah menghendaki keberagaman masyarakat Indonesia, dan tidak menghendaki satu warna. Oleh karena itu, bangsa indonesia hendaknya menjaga keberagaman ini dan mensyukurinya sebagai bangsa yang bhineka.

Pesan itulah yang ditegaskan Kiai Said Aqil Siroj untuk memperkokoh rasa nasionalisme masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberagaman di Indonesia merupakan anugerah Allah Swt. “Jadi kita sebagai masyarakat Indonesia yang didesain Tuhan sebagai masyarakat yang beragam, tidak satu bahasa, tidak satu agama, dan tidak satu warna. Ini bahwa kita mendapatkan penghargaan dari Tuhan untuk hidup sebagai bangsa yang bhineka dan beragam, tidak homogen,” jelas Kiai Said dalam ceramahnya di Chanel Youtube Nutizen.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah disebabkan karena rasa nasionalisme tidak terpatri dalam jiwa dan sanubari masyarakatnya. Namun demikian, di Indonesia justru nasionalisme ditegaskan oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai bentuk manifestasi dari keimanan, yang dalam dunia pesantren dikenal dengan adagium hubbul wathan minal iman. Melalui adagium ini, masyarakat muslim Indonesia meneguhkan sikap nasionalismenya.

“Arab saat itu masih menolak paham nasionalisme karena itu paham asing. Tapi di kita, oleh KH Hasyim Asy’ari ditegaskan nasionalisme sebagian dari iman kepada Allah,” ujar kiai Pengasuh pesantren luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur itu.

Dengan demikian, dalam pandangan Kiai Said, iman seseorang belum sempurna tanpa semangat nasionalisme, walaupun telah melaksanakan berbagai macam ritual ibadah agama. “Jadi keimanan umat Islam belum sempurna kalau belum ada semangat nasionalisme. Walaupun sudah shalat, haji umroh, belum sempurna,” pungkasnya.

Comments
Loading...