ISLAMRAMAH.CO, Umat Islam kini memasuki tahun baru hijriah 1440 yang jatuh pada Selasa (11/9/2018). Perayaan Tahun baru Islam pun berlangsung meriah. Di berbagai daerah, warga menggelar pawai keliling menyambut tahun baru Islam itu. Tahun Baru Hijriah dalam Islam merujuk pada peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah. Peristiwa itulah yang menjadi dasar sekaligus pengingat bagi umat Islam sebagai penentuan tahun dalam kalender Islam.

Meskipun demikian, umat Islam diminta tidak hanya menyemarakkan tahun baru hijriah melalui berbagai acara seremonial semata. Kiai Husein Muhammad memberi pesan bahwa tahun baru hijriah adalah momentum untuk meninggalkan segala perbuatan yang mengandung keburukan. Pada tahun baru inilah saatnya hijrah dari berbagai hasrat rendah menuju peradaban akhlak yang mulia.

Menurut kiai asal Cirebon itu, apabila seorang muslim masih suka mencaci-maki, berperilaku kasar, menghina, berburuk sangka, dan melontarkan kata-kata kebencian, maka sejatinya ia belum bisa dikatakan berhijrah. Berhijrah juga bukan tentang pergantian busana. Justru hijrahnya seorang muslim adalah menampilkan akhlak yang baik, bersikap ramah dan toleran terhadap segala macam perbedaan.

“Hijrah itu meninggalkan hasrat-hasrat rendah, moral buruk, dan kekeliruan-kekeliruan menuju kehidupan yang lebih baik dan berakhlak mulia. Bila engkau masih bohong, caci-maki, menghina, memusuhi, dan buruk sangka, kau belum berhijrah. Ia juga bukan soal ganti busana,” tulis Kiai Husein Muhammad dalam akun twitternya, Selasa (11/9).

%d blogger menyukai ini: