ISLAMRAMAH.CO, Pendidikan Pancasila harus diberikan kepada masyarakat secara massif sejak dini. Hal itu penting, karena pendidikan dini merupakan awal untuk memupuk semangat nasionalisme dan patriotisme kepada kader-kader penerus bangsa Indonesia. Selain itu, melalui pendidikan Pancasila sejak dini, Pancasila akan menjadi pandangan hidup, baru bertransformasi menjadi ideologi negara yang disepakati bersama.

Hal itulah yang disampaikan Yudi Latif, dalam diskusi yang diadakan oleh Aliansi Kebangsaan di Jakarta, Jumat (7/9). Menurutnya, toleransi dan gotong royong tidak cukup hanya dalam imajinasi, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Yudi Latif menekankan, pendidikan dasar semestinya tidak dimulai dengan pelajaran yang menyangkut aspek kognitif, akan tetapi harus diperkuat dengan pendidikan budi pekerti.

“Toleransi, gotong royong, dan sikap empati itu bukan dalam imajinasi, tapi harus dipraktikan dalam hidup. Mestinya pendidikan dasar tidak langsung menyasar aspek-aspek kognitif. Fundamen akhlak dan budi pekerti yang harus diperkuat dulu sejak dini,” jelas Yudi Latif yang pernah menjabat kepala Badan pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Dalam pandangan Yudi Latif, pemahaman akan pandangan hidup bangsa ini penting dimiliki setiap masyarakat untuk menyongsong praktik berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Tentu saja semangat itu harus dimulai pendidikan Pancasila sejak dini. Karena itu menurutnya, Pancasila harus diterapkan dalam semua kurikulum, dan bukan hanya masuk dalam pelajaran tertentu saja.

“Kalau rakyat ingin baik, maka rakyat harus memahami wawasan dasar pandangan hidup bangsa ini. Dan hal itu harus diolah sejak dini. Bukan hanya sebagai mata pelajaran, tapi harus diterapkan pada semua kurikulum. Belajar Pancasila bukan hanya dari satu sudut pelajaran Pancasila,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: