ISLAMRAMAH.CO, Pembicaraan mengenai politik di kalangan masyarakat merupakan suatu hal yang tak pernah usai. Tak kenal pagi, siang, malam dan bahkan berbulan-bulan isu politik menjadi pembicaraan yang digemari sebagian masyarakat. Terlebih ketika memasuki tahun-tahun politik, media dan masyarakat tak henti-hentinya mengangkat pembicaraan soal politik.

Meskipun demikian, pembicaraan mengenai politik bukan tanpa resiko. Perdebatan yang tajam dan emosi yang berlebih dapat menyebabkan kerugian besar bangsa seperti keretakan, konflik dan permusuhan antar-sesama komponen bangsa. Di saat yang sama, berlebih-lebihan dalam mendukung calon pemimpin dalam politik juga acapkali menghilangkan keadaban, kebersamaan, kedamaian, dan toleransi di kalangan masyarakat.

Dalam menyikapi hal itu, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, menyarankan kepada masyarakat agar berhenti sejenak dari pembicaraan mengenai politik. Menurut Gus Mus, betapa lapangnya hidup ini ketika masyarakat sesekali lepas dari pemikiran dan perdebatan mengenai politik.

“Cobalah sesekali berhenti berpikir dan berbicara mengenai politik praktis, mengenai pilpres dan pileg. Lalu rasakan betapa lapangnya dadamu,” tulis Kiai pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu di akun media sosialnya, (29/8)

%d blogger menyukai ini: