ISLAMRAMAH.CO, Dalam akhir-akhir ini, banyak individu atau sekelompok orang yang mengaku sebagai komunitas ulama. Mereka mengatasnamakan dan menggunakan simbol agama untuk meneguhkan keulamaannya. Namun demikian, di saat yang sama mereka merasa jumawa dan acapkali menampilkan kegarangan sampai mudah menyalahkan kelompok lain yang berbeda.

Menurut Gus Muwafiq, ulama sejati tidak mungkin menampilkan akhlak yang buruk. Seorang ulama menurutnya tidak akan pernah merasa dirinya paling baik dan benar. Sikap rendah hati ini akan dipegang teguh oleh para ulama. Meskipun dalam kesehariannya para ulama mengajarkan kebaikan dan mendidik santri di pondok pesantren, namun para ulama tidak berani merasa dirinya paling baik.

“Ulama tak pernah merasa dirinya paling baik. Sikap ini dipegang teguh oleh para ulama. Makanya ulama itu kalau sudah mengajarkan kebaikan, tidak pernah berani merasa paling baik,” jelas Gus Muwafiq dalam ceramahnya yang diunggah di Youtube.

Kiai yang dikenal ceramah-ceramahnya mengandung homur itu melanjutkan, seorang ulama tidak mungkin teriak-teriak mengecam kelompok lain. Karena seorang ulama menurutnya memiliki ketenangan yang luar biasa, tidak asal marah-marah dan mudah mengutuk kelompok lain.

“Mana ada ulama pethentang-pethenteng (jumawa)? Tidak ada. Ulama itu mempunyai ketenangan yang luar biasa. Walaupun akhirnya ulama dianggap tidak terlalu galak. Contohnya, hancurkan Yahudi! Ulama begitu? Ya enggak mungkin,” tegas Gus Muwafiq.

%d blogger menyukai ini: