ISLAMRAMAH.CO, Tokoh berpengaruh Nahdlatul Ulama (NU), KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menegaskan, NU bukan partai politik. NU adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, karena itu NU tidak terkait dengan politik praktis. Gus Mus mengingatkan agar warga NU, terutama pengurus NU jangan sampai mendukung pasangan calon tertentu di Tahun Politik ini, termasuk mendukung presiden dan calon wakil presiden tertentu pada pilpres 2019.

“NU bukan partai politik dan secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik. Maka warga NU terutama yang menjadi pengurus NU tidak perlu ikut galau dan pusing menghadapi Tahun Politik dewasa ini, termasuk menghadapi Pilpres dan Pileg,” tulis Gus Mus dalam akun twitternya, Kamis (9/8).

Kiai yang juga Mustasyar PBNU itu menjelaskan, NU sebagai organisasi keislaman terbesar di Indonesia sudah memiliki pedoman dalam berpolitik, yaitu sebagaimana termaktub dalam Qanun Asasi Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Setelah NU kembali ke Khittah pada tahun 1984 sebagai organisasi sosial-keagamaan, maka secara otomatis NU tidak lagi berpolitik praktis.

“NU sudah punya Qanun Asasi, Khittah NU, dan Pedoman Berpolitik warga NU. Tinggal baca. Selebihnya kita memohon saja kepada Allah Al-Mu’izzul Mudzill, agar kita diberi pemimpin-pemimpin yang amanah, yang takut kepadaNya, dan memiliki belas-kasih kepada rakyat mereka,” tulis Gus Mus.

%d blogger menyukai ini: