ISLAMRAMAH.CO, Para pembawa Islam di Tanah Nusantara dikenal sebagai ulama-ulama yang membawa Islam dengan jalan damai. Mereka berdakwah kepada masyarakat dengan mau’izatul hasanah, yaitu pemahaman tentang Islam, peringatan-peringatan dengan lembut, bertukar pikiran dari hati ke hati dan toleransi. Namun apabila cara tersebut belum juga berhasil, maka para pendakwah itu menggunakan cara berikutnya, yakni al-mujadalah billati hiya ahsan (bertukar pikiran secara konstruktif)

Pesan itu disampaikan KH Anwar Zahid, dai kondang asal Jawa Timur yang ceramah-ceramahnya makin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui ceramahnya yang diunggah di Youtube, Kiai Anwar mengingatkan bahwa cara dakwah yang digunakan ulama-ulama Indonesia  senantiasa mengedepankan jalan damai dan toleransi. Metode dakwah yang keras dan memaksakan kehendak, bukan cara berdakwah yang diajarkan agama Islam.

“Metode para pejuang agama di Nusantara ini dalam mensyiarkan Islam, menyebarkan agama, itu caranya bagus,” jelas Kiai yang pernah nyantri di pondok pesantren Langitan, Tuban Jawa Timur itu.

Kiai yang juga pendiri Majelis Taklim Maqaman Mahmudah itu menegaskan, dakwah harus dilakukan dengan sentuhan halus dan saling memahami. Dakwah harus membangun harmoni dengan adat dan budaya masyarakat, bukan justru melalui jalan kekerasan yang dapat merusak kedamaian masyarakat. Karena itu menurutnya, dakwah esensinya adalah merangkul, dan bukan memukul.

“Merangkul, bukan memukul. Mengajak, bukan mengejek. Pakai sentuhan-sentuhan halus. Tidak pakai kekerasan. Tidak pakai konflik. Tidak pakai adu otot,” tegas Kiai Anwar Zahid.

%d blogger menyukai ini: