ISLAMRAMAH.CO, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah KH Mustofa Bisri atau Gus Mus mengatakan, Nabi Muhammad Saw. adalah seorang Nabi yang memanusiakan manusia. Nabi Muhammad tidak pernah menyampaikan sesuatu yang bisa memberatkan manusia, karena itu Nabi Muhammad lebih mementingkan kemudahan daripada kesulitan.

“Beliau (Nabi Muhammad) adalah seorang manusia yang mengerti manusia dan yang memanusiakan manusia. Tidak pernah Kanjeng Nabi menyampaikan sesuatu yang memberatkan umatnya,” jelas Gus Mus di depan ratusan jamaah pengajian Masjid Agung Semarang, Sabtu (21/7).

Menurut Gus Mus, Nabi Muhammad tidak pernah membuat aturan ketat bagi umatnya. Justru sebaliknya, Nabi senantiasa mementingkan kelenturan untuk menyesuaikan kemampuan umatnya, sehingga umat Islam tidak merasa terpaksa dalam beragama. “Beliau selalu mengajarkan kemudahan yang fleksibel sesuai dengan taraf seorang manusia,” ungkapnya.

Gus Mus melanjutkan, bahwa Nabi memperlakukan setiap manusia dengan adil dan beradab, tak pandang bulu dan tak kenal perbedaan. Siapapun di mata Nabi, keadilan harus menjadi nilai-nilai yang harus diprioritaskan.

Oleh karena itu, Gus Mus berpesan agar setiap warga negara Indonesia bersyukur hidup di negeri yang menjadikan kemanusiaan yang adil dan beradab sebagai bagian dari butir Pancasila. Cara paling sederhana untuk mensyukurinya, yaitu dengan memuliakan manusia.

“Jika kita bersyukur hidup di Indonesia maka kita harus merawat keindonesiaan kita. Dan jika kita ingin mensyukuri karena telah diciptakan sebagai manusia, maka kita harus merawat kemanusiaan,” pungkas Gus Mus.

%d blogger menyukai ini: