ISLAMRAMAH.CO, Konsep Islam Nusantara kini makin mendunia dan memberi inspirasi pada peradaban global. Betapa tidak, ciri keberislam khas Nusantara yang moderat, toleran dan ramah mulai diadopsi oleh banyak negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di Timur Tengah. Meskipun pada mulanya menuai penolakan dari sebagian kecil tokoh muslim di negeri ini yang salah persepsi dan enggan melakukan klarifikasi, namun kini Islam Nusantara diakui sebagai alternatif atas berbagai konflik yang melanda negara-negara muslim.

Keberhasilan Indonesia merawat keharmonisan beragama dan wawasan kebangsaan melalui konsep Islam Nusantara telah menginspirasi banyak ulama-ulama dunia. Ulama-ulama Afganistan yang selama ini dikenal sebagai negara konflik kini membentuk tradisi keberislaman yang menyerupai Islam Nusnatara. Bahkan mereka berulangkali melakukan studi banding dan kunjungan ke Indonesia dalam upaya menciptakan harmoni dan perdamaian.

Konsep Islam Nusantara yang mampu menampilkan Islam yang moderat dan berdampingan dengan budaya lokal, wawasan kebangsaan, dan praktik bernegara terus diupayakan oleh ulama-ulama Afganistan. Begitu halnya dengan negara-negara lain seperti Mesir dan Arab Saudi yang kerapkali mengunjungi Indonesia untuk studi perdamaian. Bahkan baru-baru ini Indonesia berhasil menyelenggarakan konferensi ulama internasional untuk membangun paradigma Islam moderat untuk peradaban global.

Menurut Kiai Ishomuddin, keberhasilan Islam Nusantara yang mulai mendunia tak lain karena Islam yang ditampilkan adalah Islam yang rahmatan lil-‘alamin yang meniscayakan toleransi dan moderasi. “Karena konsep tersebut mencita-citakan terwujudnya Islam rahmatan lil-‘alamin melalui prinsip-prinsip keadilan, moderasi, toleransi, dan keseimbangan sebagaimana yang selalu diperjuangkan oleh ulama-ulama Indonesia,” tegasnya.

Dalam pandangan Gus Ishom, Islam Nusantara mengupayakan terwujudnya ajaran Islam yang sesuai dengan watak Islam itu sendiri, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh kehidupan di alam semesta ini. “Justru Islam Nusantara lahir karena watak Islam sendiri yang rahmatan lil-‘alamin,” pungkas Kiai Ishom.

Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi inspirasi karena mampu menampilkan Islam moderat yang ramah, yang rahmatan lil-‘alamin dalam bingkai paham Ahlussunnah wal Jama’ah yang berakar di bumi Nusantara. Tentu saja Islam Nusantara patut menjadi teladan bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia.

%d blogger menyukai ini: