ISLAMRAMAH.CO, Jihad oleh sebagian orang masih kerapkali disalahpahami, yaitu sebagai bentuk tindakan atau perbuatan untuk meneror kelompok atau keyakinan yang berbeda. Ironisnya, tindakan teror atas nama jihad dianggap perbuatan yang dianjurkan oleh agama. Padahal, jihad dan teror merupakan dua hal yang berbeda dan saling bertentangan.

Pesan itulah yang mengemuka dalam salah satu ceramah Prof. Dr. Quraish Shihab di Channel Youtube Shihab dan Shihab. Menurut Quraish Shihab, jihad adalah segala bentuk daya dan upaya untuk melakukan kebaikan. Oleh karena itu, seseorang yang bekerja untuk menafkahi keluarga sejatinya merupakan perbuatan jihad.

“Segala bentuk perbuatan, selama itu dilakukannya untuk kebaikan, dan selama itu sesuai dengan norma-norma budaya dan agama, itulah jihad, yaitu menggunakan daya untuk kebaikan,” tegasnya.

Tokoh tafsir terkemuka asal Indonesia itu menjelaskan, jihad dan teror merupakan dua hal yang bertentangan. Jika jihad berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah kemunkaran, maka sebaliknya, teror adalah perbuatan yang mengakibatkan kerusakan, bahkan kepada orang-orang yang tak bersalah.

“Jihad dan teror adalah dua hal yang berbeda dan bertolak belakang. Teror itu korbannya adalah orang-orang yang tidak bersalah, anak-anak, dan orang-orang yang harus dilindungi. Kalau jihad itu berusaha untuk mengurangi sedapat mungkin kerusakan walaupun terhadap lawan. Teror itu melakukan kegiatan yang mestinya dipelihara oleh agama,” ungkapnya.

Dalam pandangan Prof. Quraish Shihab, pelaku teror bisa jadi mati secara kafir, karena mereka membunuh orang-orang tak bersalah atas nama Tuhan. “Boleh jadi pelaku teror mati kafir. Dia membunuh, dan menganggap pembunuhannya itu dibenarkan oleh Tuhan. Padahal itu tidak dibenarkan Tuhan. Jadi alih-alih mati syahid, malah mati kafir,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: