ISLAMRAMAH.CO, Tak bisa dimungkiri, negara Indonesia masih memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan seperti budaya korupsi, penegakan hukum yang adil, peningkatan ekonomi, hingga pemberantasan narkoba. Hal tersebut menuntut kemampuan personal calon pemimpin masa depan untuk memperbaiki negeri ini.

Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila pemimpin dituntut untuk memiliki kepiawaian, baik secara kapabilitas maupun integritas agar dapat mengambil keputusan yang bijak dan sejalan dengan kepentingan masyarakat luas.

Pesan tersebut disampaikan KH Afifuddin Muhajir, wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo dalam salah satu ceramahnya di Youtube. Menurutnya, seseorang harus memiliki dua kriteria dasar sebelum menjadi pemimpin. Pertama kemampuan dan yang kedua adalah kejujuran. Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan dan menjadi syarat utama dalam kepemimpinan.

“Syarat pemimpin secara pokok hanya ada dua, yang pertama memiliki kemampuan dan yang kedua memiliki kejujuran, atau dengan istilah lain yang lebih keren, yang pertama memiliki kapabilitas dan kedua memiliki integritas”, ujar Kiai Afifuddin.

Kiai Afifuddin menghimbau pada masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam memeriahkan pesta demokrasi yang akan datang dengan tidak melakukan golput. Karena golput dalam al-Quran berarti khitmanu syahadah dan itu tidak dibenarkan dalam Islam.

“Tidak boleh golput, karena golput menurut bahasa al-Quran adalah khitmanu syahadah (menyembunyikan kesaksian),” pungkas Kiai yang dikenal ahli ushul fikih itu.

%d blogger menyukai ini: