ISLAMARAMAH.CO, Islam adalah agama damai, karena itu segala bentuk kekerasan atas nama Islam merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan! Begitulah pesan yang mengemuka saat Rais Syuriah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi memberikan ceramahnya di Cirebon.

Dalam kesempatan itu, Kiai Masdar menyoroti perilaku sebagian kelompok umat Islam yang menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuan dakwahnya. Menurut Kiai Masdar, perilaku semacam itu mencerminkan kerendahan akhlak. Padahal sebagai seorang muslim, sejatinya harus senantiasa menunjukkan akhlakul karimah dalam setiap tutur kata dan perilakunya.

“Sekarang ini kita mesti rajin menyebarkan Islam sebagai agama damai dan rahmatan lil’ alamin. Karena belakangan muncul kecenderungan fundamentalisme dalam beragama, yang rajin mempromosikan kekerasan untuk berbagai kepentingannya. Kita mesti menekankan Islam yang ramah dan beradab di mata peradaban-peradaban yang lain”, ujar Ketua P3M Jakarta tersebut.

Menurut Kiai Masdar, orang yang melakukan kekerasan jelas sudah menyalahi ajaran Nabi. Nabi mengajarkan melalui hadisnya, seorang muslim adalah mereka yang mampu menjaga lisan dan perbuatannya. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, harus menjaga lisan dari ujaran kebencian, dan menjaga perbuatan dari perilaku yang buruk.

“Terkait Islam rahmatan lil ’alamin, bahwa Islam itu berasal dari kata salam yang artinya damai. Dalam hadis sangat jelas sekali, tidak perlu ditafsiri macam-macam. Al-muslimu man salima muslimin, min lisanihi wa yadihi. Orang Islam adalah orang yang dapat menjaga mulut dan tangannya untuk rasa damai pihak lain,” tegas Kiai Masdar.

Dalam pandangan Kiai Masdar, siapapun yang menebar kekerasan dan menyakiti pihak lain karena ulah ucapan dan perbuatannya, maka ia berarti bukan seorang muslim. Karena seorang muslim adalah mereka yang senantiasa memberi keamanan dan perdamaian terhadap orang lain.

“Kalau sampai orang lain terluka dengan mulut dan tangan kita, berarti kita bukanlah orang muslim. Jadi, definisi Islam adalah anti kekerasan,” pungkas ulama kelahiran Purwokerto tersebut.

%d blogger menyukai ini: