Masa penjajahan merupakan masa yang sulit bagi perjalanan Bangsa Indonesia.  Di masa itu, para kiai terutama di Tanah Jawa-Madura kerapkali disibukkan dengan konsolidasi untuk melawan Belanda dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Kiai Kholil Bangkalan, Madura termasuk salah satu kiai yang berperan aktif dalam pertempuran melawan Belanda. Ia dikenal sebagai Kiai yang tak kenal lelah untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Bahkan Kiai Kholil kerapkali memberi suwuk (mengisi kekuatan batin atau tenaga dalam) kepada para pejuang kemerdekaan.

Suatu kisah, Kiai Kholil menjadikan pondok pesantrennya sebagai tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan. Mengetahui hal itu, pihak Belanda segera menuju Bangkalan dan bermaksud menangkap Kiai Kholil. Mereka pun berhasil membawa Kiai Kholil dan memasukkannya ke dalam penjara.

Aneh bin Ajaib, ketika Kiai Kholil berada di dalam penjara, pintu sel tidak bisa dikunci, sehingga mau tidak mau petugas tidak tidur demi menjaga pintu penjara agar tawanan yang lain tidak melarikan diri.

Namun demikian, sejak Kiai Kholil dipenjara, banyak orang yang merasa iba dan simpati, sehingga ratusan bahkan ribuan orang berbondong-bondong datang ke pejara untuk melihat keadaan Kiai Kholil.

Masyarakat yang datang pun ingin melayani segala keperluan Kiai Kholil. Bahkan mereka semua ingin agar dimasukkan ke dalam penjara bersama Kiai Kholil.

Karena pihak Belanda kewalahan melayani gerumunan warga itu, akhirnya mereka pun membebaskan Kiai Kholil dari penjara.

Wallahu A’lam

%d blogger menyukai ini: