ISLAMRAMAH.CO,  Islam hadir membawa misi perdamaian, tidak terkecuali kepada pemeluk agama yang berbeda sekalipun. Namun mutakhir ini Islam kerapkali diciderai oleh segelintir kelompok yang tidak segan melakukan diskriminasi dan kekerasan atas nama menjalankan ajaran Islam. Padahal, tindakan diskriminasi atas nama Islam bukan hanya tidak sesuai dengan ajaran Islam, melainkan juga suatu sikap menodai kesucian Islam itu sendiri.

Pesan itulah yang mengemuka dalam pidato yang disampaikan Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid saat menyampaikan keprihatinannya perihal diskriminasi terhadap kaum minoritas di hadapan para petinggi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia.

Mbak Yenny, sapaan akrab Yenny Wahid menerangkan, keributan di ruang publik yang dinahkodai kelompok yang mengatasnamakan Islam sama sekali tidak mencerminkan mayoritas umat Islam Indonesia yang dikenal moderat. Justru suara mereka lantang karena terpengaruh ideologi militan dan dikenal ‘berisik’, padahal jumlahnya hanya segelintir orang. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan tidak ragu untuk menindak tegas oknum tersebut.

“Mereka adalah kelompok kecil, kelompok minoritas. Tapi memang berisik, jadi kuatnya karena berisik saja. Tapi tidak didukung oleh kelompok mayoritas muslim,” ujar tokoh perempuan Muslim itu.

Aktivis perempuan yang gencar menyuarakan hak-hak kemanusiaan itu  menjelaskan, mayoritas umat Islam Indonesia mempunyai rasa toleransi yang tinggi terhadap kebebasan pemeluk agama lain. Menurut Mbak Yenny, janji kemerdekaan, janji keadilan, dan janji kedaulatan tidak hanya diamanatkan untuk kaum mayoritas semata, namun juga untuk segenap rakyat Indonesia.

“Dan janji generasi kita adalah membawa keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Itu tidak bisa dicapai tanpa adanya persatuan,” ucap putri (Alm) Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

Mbak yenny berpesan agar aparat negara memberikan perlindungan kepada kaum minoritas. Jangan sampai aparat kalah dengan ‘umat yang berisik’ tersebut karena seluruh warga negara Indonesia memiliki perlindungan hukum yang sama. “Kalau ada yang mengganggu, kami semua dari Nahdlatul Ulama siap untuk tetap mengawal keutuhan negara kita. Membantu mereka-mereka yang didiskriminasi,” tegas Mbak Yenny.

%d blogger menyukai ini: