ISLAMRAMAH.CO, Umat Islam Indonesia harus bersyukur bisa hidup dan lahir dari Tanah Indonesia, di mana cara keberislaman masyarakat Indonesia yang moderat, toleran dan ramah menjadikan Islam Indonesia unik dan berbeda dengan cara keberislaman negara-negara Timur Tengah. Islam di Indonesia juga aman dan damai dari segala bentuk perpecahan seperti peperangan antara umat Islam maupun dengan umat agama lain.

Hal ini tentu saja berbeda dengan masyarakat di beberapa negara Timur Tengah yang kerapkali dilanda konflik sektarianisme dahsyat antar masyarakatnya. Karena itu Islam Indonesia yang damai ini kemudian dikenal sebagai Islam Nusantara. Islam Nusantara bukan Islam baru, bukan mazhab, bukan pula aliran, namun merupakan tipologi dari Islam itu sendiri. Singkatnya, Islam Nusantara adalah cara keberislaman masyarakat di Nusantara.

Umat Islam Nusantara memiliki tradisi slamaten, walimatul hajj, walimatul ‘ursy, walimatul khitan, tahlilan, dan sebagainya. Tradisi-tadisi seperti itu merupakan budaya yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tentu tradisi demikian tidak bisa ditemui dipenjura dunia manapun. Maka dari itu, Islam Nusantara merupakan masa depan Islam dunia, karena umat Islam Nusantara mampu menampilkan Islam yang tidak kaku dan bisa mengakomodasi tradisi ke dalam cara keberislaman masyarakatnya.

Pesan itulah yang mengemuka saat Kiai Said Aqil Siroj, menyampaikan mauidhatul hasanah atau ceramah agama dalam video yang diunggah di Youtube di Malang, Jawa Timur. Menurut Kiai Said, umat Islam Indonesia harus bangga menjadi umat Islam Nusantara karena telah terbukti mampu membangun peradaban yang bertaraf internasional.

“Kita bangga sebagai umat Islam Nusantara, karena telah terbukti membangun peradaban, membangun kemajuan, banyak sekali ulama-ulama Nusantara yang tarafnya internasional,” jelas Kiai yang juga sebagai ketua umum Pengurus besar Nahdatul Ulama (PBNU) tersebut.

Menurut Kiai Said, ada salah anggapan dari sebagian umat Islam yang mengira ulama-ulama dunia hanya dari Tanah Arab, padahal ulama bukan hanya dari Arab, ada banyak sekali ulama-ulama Nusantara yang produktif mengarang kitab dan mampu memberi kontribusi besar untuk peradaban dunia.

“Ulama dikira hanya dari Arab aja apa, kita juga mempunyai ulama-ulama hebat seperti Syeikh Ikhsan Jampes, Syeikh Nawawi Banten, Syeikh Idrus Al-Butoni, Syeikh Rifa’i Batang, Syeikh Ahmad Khotib Sambas, Syeikh Mahfud At-Tarmasi, dan masih banyak sekali lainnya,” pungkas Kiai Said.

%d blogger menyukai ini: