ISLAMRAMAH.CO, Sudah sepatutnya warga negara Indonesia bersyukur bisa hidup damai dan tenteram di negeri ini. Sebagai wujud rasa syukur, setiap elemen masyarakat mempunyai kewajiban untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia dengan tetap berpegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sebuah kalimatun sawa atau titik-temu di antara keberagaman di Indonesia.

Pesan itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah untuk menanggapi pemikiran sebagian golongan yang berpendapat bahwa keberadaan negara Indonesia bertentangan dengan ajaran Islam. Gus Sholah justru menilai Islam dan keindonesiaan saling menyempurnakan untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan Indonesia.

Menurut kiai yang juga tokoh Nahdlatul Ulama tersebut, Keberadaan Indonesia dengan Pancasila nya adalah konsensus bersama sebagai landasan berpijak setiap warga negara Indonesia. Pembenturan antara Pancasila dengan agama tertentu, khususnya Islam hanya akan membuat persatuan yang sejak dulu dibangun menjadi rapuh.

“Sekarang ada kecenderungan membenturkan Islam dengan Indonesia. Padahal Negara Republik Indonesia adalah negara yang sesuai dengan ajaran agama Islam,” ujar Mantan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tahun 1998 itu.

Menurut Gus Sholah, umat Islam ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya harus mencegah bersama-sama adanya upaya pembenturan antara Islam dan keindonesiaan. Upaya harmonisasi antara negara dan agama yang terjadi di Indonesia ini sudah melewati sejarah yang panjang dan bergerak ke arah yang lebih baik, walaupun masih ada hal yang perlu di perbaiki. Upaya pembenturan negara dan agama hanya akan melahirkan konflik yang berkepanjangan.

“Ini harus kita pertahankan karena pengalaman yang lalu ketika Islam dan Indonesia tidak bisa bergandengan tangan, negara selalu ribut. Jangan sampai kemudian kembali ke masa lalu,” pungkas cucu Kiai Hasyim Asy’ari tersebut.

%d blogger menyukai ini: