ISLAMRAMAH.CO, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Kiai Afifuddin Muhajir mengingatkan kepada masyarakat agar menjauhi politisasi agama. Kepentingan sesaat dengan menghalalkan segala cara menggunakan kendaraan agama adalah hal yang tidak dibenarkan. Cara seperti itu sejatinya merupakan sikap mengotori kesucian agama itu senditi

Menurut Kiai Afif, sebagai umat beragama, sejatinya setiap individu menjadikan agama sebagai nilai-nilai pijakan agar orientasi politik tidak keluar dari koridor agama. Jika agama tidak dijadikan sebagai pengawal politik, maka politikus tersebut akan menghalalkan segala cara dan bertindak semaunya. “Politisasi agama itu hukumnya haram, tapi mengawal politik dengan agama itu hukumnya wajib,” ujar ulama ahli ushul fiqih tersebut.

Kiai yang juga dikenal sebagai ahli ushul fikih tersebut mengajak masyarakat untuk tidak pesimis dengan kondisi perpolitikan saat ini. Sikap pesimis yang dimiliki warga negara hanya akan menunda pembangunan. Sebagai warga negara yang baik, terus memupuk optimis dan bahu-membahu bersama pemerintah untuk melakukan pembenahan demi pembenahan terhadap sektor yang dirasa kurang maksimal adalah kunci terwujudnya negara yang baldatun toyibatun wa rabbun gafur.

“Meskipun demikian, tidak berati kita pasrah di hadapan realitas, tetapi terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan,”  pungkas Kiai Afifuddin.

%d blogger menyukai ini: