ISLAMRAMAH.CO, Di dalam al-Qur’an disebutkan, cara berdakwah dalam Islam adalah dengan kebijaksanaan, lemah lembut, dan berdebat yang konstruktif. Namun demikian, masih banyak pendakwah yang keluar dari koridor dakwah sebagaimana dianjurkan al-Qur’an itu. Cara berdakwah yang keras dan bermuatan materi kebencian dengan menyalahkan pemahaman kelompok lain masih kerapkali bisa ditemui di kalangan penceramah.

Habib Ali al-Jufri seorang ulama besar asal Arab Saudi, menyayangkan cara dakwah yang mengandung materi kebencian. Ia dalam salah satu ceramahnya di Youtube mengatakan, penceramah sekarang tengah mengalami kemunduran dalam aspek substansi dakwahnya. Hal itu terbukti dengan sikap para penceramah yang acapkali menghakimi dan menyalahkan pemahaman kelompok lain.

“Banyak para da’i ketika menghakimi sesuatu, menghukumi sesuatu berdasarkan pecahan dari pemahaman kita. Kita belum mengkaji sesuatu tersebut secara seratus persen akan tetapi langsung buru-buru menghakimi,” ujar Habib Ali.

Habib Ali melanjutkan, sikap da’i yang sering menyalahkan pemerintahan atau orang lain dan bahkan menggunakan kekerasan, merupakan dakwah yang sia-sia dan tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Ia juga berpesan, cara keras dalam berdakwah tidak akan pernah membawa keberhasilan dakwah.

“Sikap kita terhadap pemerinahan atau orang yang melenceng tidak berarti harus memakai kekerasan, dan jangan beranggapan bahwa sikap keras tersebut selalu membawa kesuksesan,” katanya.

Habib Ali juga menyayangkan sikap para da’i yang tidak ramah dalam menyuarakan dakwah. Di akhir ceramahnya, ia memberi pesan agar umat Islam selalu bijak dalam mencegah kemunkaran. Jangan sampai mencegah kemunkaran dengan kemunkaran, akan tetapi mencegah kemunkaran dengan amar ma’ruf atau kebaikan.

“Jangan sampai karena tidak bijak dalam mencegah kemunkaran malah menimbulkan kemunkaran yang lain yang lebih banyak atau lebih besar,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: