Setiap orang yang dekat dengan Allah SWT, memiliki keistimewaan yang berbeda dari orang lain. Keistimewaan itu diberikan langsung oleh Allah SWT yang kemudian dikenal dengan istilah karamah, yaitu kemampuan yang unik dan sulit dimiliki oleh orang lain.

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai ulama yang memiliki karamah. Di mata umat muslim di Indonesia, Ia tidak hanya dikenal sebagai tokoh negarawan semata, melaikan juga ulama yang ‘alim yang mampu memprediksi sesuatu peristiwa yang belum pernah terjadi.

Salah satu karamah yang dimiliki Gus Dur adalah kemampuannya mendeteksi apakah makanan atau minuman itu halal atau haram hanya dengan cara menciumnya.

Suatu kisah Gus Dur dan rombongan berkunjung ke Australia. Mereka hendak menghadiri suatu undangan terkait jabatan Gus Dur yang saat itu sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Gus Dur dan rombongan menginap di sebuah hotel di Australia dalam beberapa hari.

Suatu pagi, Gus Dur bersama rombongan hendak melaksanakan sarapan pagi. Mereka berada di ruang makan yang telah tersedia hidangan dengan beragam bentuk makanan dan minuman. Ketika Gus Dur hendak menyantap sebuah daging, beliau tidak langsung memakannya, tetapi terlebih dahulu mencium makanan tersebut.

Tiba-tiba Gus Dur berkata: “Ini jangan dimakan, ini daging babi.” Sebagian rombongan pun belum percaya. Ketika salah seorang rombongan itu menanyakan langsung ke pelayan hotel, ternyata benar. Daging yang dicium Gus Dur tadi adalah daging babi. Akhirnya, rombongan pun mencari makanan lain yang jelas-jelas halal.

Menurut H. Sulaiman, seorang asisten Gus Dur sejak tahun 1986, Gus Dur adalah sosok yang sangat menjaga makanan yang halal. Menurutnya, pernah suatu kejadian Gus Dur mengetahui sopirnya meminum segelas minuman yang mengandung kadar alkohol ringan, beliau menegurnya dengan keras, “kayak nggak ada minuman lain aja,”ujar Gus Dur.

Pernah juga dalam sebuah kesempatan ketika menghadiri undangan di Prancis, Gus Dur disuguhi minuman anggur putih, dan dengan halus Gus Dur menolaknnya.

Kisah itu menunjukkan, dalam kondisi apa pun, seorang wali Allah akan menjaga agar setiap makanan yang masuk ke dalam perutnya adalah makanan yang benar-benar halal. Bahkan ketika orang-orang awam pun tidak mengetahui bahwa daging itu haram, wali Allah bisa mengetahuinya, tentu saja itu semua atas izin Allah SWT.

Waallahu A’lam..

%d blogger menyukai ini: