ISLAMRAMAH.CO, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Di samping itu, Indonesia juga dikenal sebagai negara muslim yang damai, toleran dan ramah terhadap segala bentuk perbedaan yang ada di Indonesia. Berbeda dengan mayoritas negara-negara Arab, meskipun perbedaan di Arab relatif tidak sebanyak di Indonesia, namun konflik sektarianisme dan peperangan kerapkali dengan mudah terjadi. Konflik di negara Arab menjadi pemandangan yang tak henti-hentinya memberi rasa takut bagi penduduknya.

Menurut,  KH M Anwar Manshuri, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Indonesia aman, damai dan penduduknya toleran tak lepas dari peran organisasi Islam terbesar di dunia, yakni Nahdlatul Ulama. Kontirbusi NU kepada Indonesia bukan hanya sebatas wadah keagamaan untuk menampung umat Islam di Indonesia semata, melainkan juga memberi kontribusi dalam mewujudkan Islam yang moderat di Indonesia.

“Kuate Ahlussunnah dateng Indonesia mergo wonten NU. Dateng Saudi Arabia kuat, tapi mboten wonten wadahe. Ahlussunnah mboten wonten wadahe, gampang diremekno (Kuatnya Ahlussunnah di Indonesia karena ada NU. Di Arab Saudi kuat, tapi tidak ada wadahnya. Ahlussunnah tanpa suatu wadah akan mudah dirusak), “tutur KH Anwar Mashuri selepas membacakan kitab Al-Hikam di Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kiai kharismatik dan tokoh sepuh Nahdlatul Ulama tersebut memberi pesan kepada santri-santrinya agar memperkuat Nahdlatul Ulama. Hal itu karena ada sebagian kelompok yang ingin mengesampingkan NU dari Indonesia. Mereka berdalih berislam tidak perlu NU dan cukup Islam saja. Menurut KH Manshuri, ajakan semacam itu merupakan pendapat yang tidak benar.

“Kalau ada orang yang mengatakan, ‘tidak usah NU yang penting ahlussunnah wal jama’ah, itu pendapat yang salah. Jangan dipercaya,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: