ISLAMRAMAH.CO – Indonesia patut bersyukur memiliki ideologi Pancasila, karena dengan Pancasila kita bersatu dalam naungan besar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padahal kita mempunyai 17.504 pulau,1340 suku dan 736 bahasa. Hal itu disampaikan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof.Dr. Mahfud MD dalam puncak acara peringatan Hari Pancasila di Tugu Proklamasi.

Mahfud MD memaparkan beragam perbedaan seperti agama dan warna kulit tidak menjadi penghambat untuk bersatu. Kita lebih berutung dari negara-negara lain, seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. Pada tahun 1947 India pecah dengan Pakistan akibat perbedaan agama. India mayoritas beragama Hindu, sedangkan Pakistan mayoritas memeluk agama Islam. Tak ketinggalan juga perbedaan bahasa yang terjadi antara India yang berbahasa Urdu dengan Bangladesh yang berbahasa Bengali membuat mereka terpecah belah.

“Saat saya menyampaikan materi Pancasila di American University of Beirut, Libanon banyak sekali yang takjub dengan keberagaman di Indonesia. Saya menjelaskan bahwa kunci membangun persatuan adalah mempunyai dasar negara yang dapat menampung bermacam perbedaan itu yaitu Pancasila,” terangnya.

Menteri Pertahanan di era Gus Dur tersebut menjelaskan bahwa tantangan di tataran implementasi jangan sampai dijadikan alasan untuk mengubah Pancasila di tataran konseptual. Secara konseptual ideologi Pancasila sudah merupakan bentuk yang sesuai dengan realitas masyarakat yang majemuk, sehingga salah satu tugas masyarakat Indonesia jangan sampai Pancasila digantikan oleh ideologi yang bersumber dari nilai tertentu atau bahkan agama tertentu.

Menurut Mahfud MD, tantangan Pancasila bukan lagi mempersoalkan dalam ranah konseptual, akan tetapi fokus dalam pengejawantahan Pancasila dalam ranah implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Masalah penegakan hukum yang masih timpang dan kesenjangan sosial yang semakin menjadi, adalah contoh masalah bersama yang harus menjadi fokus setiap warga negara.

“Tataran implementasi adalah menjadi tantangan bersama dalam menyikapi berbagai masalah seperti penegakan hukum, kesenjangan sosial, pemerataan dalam hal pendidikan, dan lain-lain yang silih berganti melanda kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga dengan pemetaan tersebut akan lebih mengenali masalah mana yang lebih fundamental untuk diselesaikan di waktu ini”, tegas pakar hukum tatanegara tersebut.

Mahfud MD berpesan kepada seluruh elemen masyarakat agar berpegang teguh kepada Pancasila sebagai komitmen mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) dan bersama bergandengan tangan agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat diimplementasikan.

“Pancasila adalah anugerah terindah dari Allah untuk bangsa Indonesia, sehingga tugas kita adalah menjaga sekuat tenaga kita. Pancasila Dalam ranah ideologi sudah tidak perlu dipertentangkan, tugas kita bersama adalah menjawab masalah dalam ranah impelementasinya”, pungkas sosok kelahiran Madura itu.

%d blogger menyukai ini: