ISLAMRAMAH.CO – Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama, KH Maimun Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Moen memberikan ceramah di Pesanten al-Anwar, Sarang tentang peradaban Bangsa Arab pada masa Jahiliyah yang dikenal sebagai bangsa primitif. Dalam penjelasannya, bangsa Arab pada waktu itu hanya daerah yang dipenuhi pasir dan pegunungan yang tandus saja, sehingga corak masyarakat yang berkembang pun cenderung terbelakang.

Kiai yang juga Mustasyar PBNU tersebut menjelaskan, bangsa Arab di masa jahiliyah tak ubahnya sebagai masyarakat yang sangat tertinggal. Penduduknya benar-benar tak penduli akan pentingnya pendidikan. Mereka tak mengenal kearifan budaya lokal, bahkan secara ekonomi masyarakat Arab Jahiliyah tergolong sebagai masyarakat yang kerap terjerit kemiskinan.

“Arab itu negari bodoh, buta huruf, tidak punya budaya, miskin. Kalau Anda ketahui Arab hanya ada pasir dan gunung”, ujar Mbah Moen.

Kiai yang juga biasa disapa Mbah Mun tersebut berpandangan, kedatangan Nabi Muhammad SAW di Tanah Arab ketika itu telah menjadi penerang bagi peradaban Arab. Selain memberantas kebodohan masyarakat jahiliyah, Nabi Muhammad SAW juga membangun budaya menulis yang sebelumnya tidak ada dalam tradisi zaman jahiliyah. Dengan demikian, Nabi pun menaikkan derajat kaum Arab hingga masyarakat Arab ketika itu menjadi masyarakat yang berperadaban.

“Nabi Muhammad membangun bangsa Arab, menghilangkan kebodohan dan tulisan Arab membudaya sebelum huruf abjad muncul,” jelas Mbah Moen,

Mbah Moen menambahkan, Nabi Muhammad SAW telah berhasil melakukan perombakan total kepada masyarakat Arab dari peradaban primitif menuju peradaban gemilang. Selain itu, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang berhasil menyatukan beragam etnik di tanah Arab menjadi satu bangsa dan satu bahasa, yakni Bangsa Arab.

“Jadi, Nabi itu yang pertama kali membuat satu nusa Arab, satu bangsa Arab, satu bahasa Arab dan satu negara Arab,” pungkasnya.

 

Editor: Akhmad Khan

%d blogger menyukai ini: