ISLAMRAMAH.CO –  Syaikh Ahmad Tayyeb, Grand Syaikh al-Azhar Mesir dinobatkan sebagai ulama nomor wahid di dunia oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berbasis di Jordania. Salah satu ungkapan Syaikh Ahmad Tayyeb yang menginspirasi dunia, “persatuan antara umat Islam dan Kristen Koptik di Mesir adalah hal yang sangat penting”.

Untuk umat Islam di seantero dunia, Syaikh Ahmed Tayyeb selalu mengingatkan, bahwa Sunni dan Syiah adalah bersaudara. Ibarat dua sayap seekor burung yang tidak bisa terbang jika salah satu sayapnya patah. Begitu pula tidak boleh ada pemaksaan di antara keduanya.

Menurut The Royal Islamic Strategic Studies Centre, pemikiran Syaikh Ahmad Tayyeb mempunyai pengaruh yang luas bagi dunia. Sebelum diangkat sebagai Grand Syaikh al-Azhar, ia pernah menjadi Dekan Fakultas Studi Islam di Aswan, Mesir; Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Internasional di Pakistan, Rektor Universitas al-Azhar, Mesir; dan terakhir sebagai Mufti Mesir.

Selama mengemban amanah sebagai Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmad Tayyeb menjadi sosok terdepan dalam menyuarakan moderasi Islam. Ia menjadi “jubir” pentingnya moderasi Islam dalam rangka membendung ekstremisme. Karena itu, al-Azhar sangat aktif menggelar konferensi tentang Islam Moderat, di antaranya tentang moderasi Islam ala Imam al-Asy’ari.

Tidak hanya itu saja, Syaikh Ahmad Tayyeb juga aktif menggalang gerakan lintas iman seperti membentuk organisasi Rumah Keluarga (bayt al-‘ailah) di Mesir untuk menggalakkan dialog dan komunikasi dengan umat agama-agama lain. Persaudaraan dan persatuan dalam konteks kebangsaan menjadi penting, sehingga al-Azhar dapat menjadi lokomotif soliditas dan solidaritas kebangsaan.

Dalam skala global, Syaikh Ahmad Tayyeb menghidupkan kembali dialog lintas iman antara al-Azhar dengan Vatikan. Syaikh Tayyeb berkunjung ke Vatikan bertemu dengan Paus Fransiskus. Sebaliknya, al-Azhar menerima kunjungan Vatikan ke al-Azhar sebagai bentuk dialog yang konstruktif antara al-Azhar dan Vatikan.

Zuhairi Misrawi, alumnus Universitas al-Azhar menegaskan, bahwa Syaikh Ahmad Tayyeb sangat cocok dinobatkan sebagai ulama nomor wahid di dunia saat ini karena peran-perannya yang nyata dalam membangun narasi perdamaian, baik di Mesir maupun di dunia internasional lainnya. “Syaikh Ahmad Tayyeb adalah sosok yang sangat pantas mendapatkan penghargaan sebagai ulama nomor wahid di dunia karena ia berhasil memimpin al-Azhar sebagai benteng moderasi Islam. Dunia Islam sangat beruntung mempunyai sosok ulama seperti Syaikh Ahmad Tayyeb”, ujar tokoh muda Nahdlatul Ulama kelahiran Sumenep Madura ini.

 

 

%d blogger menyukai ini: