ISLAMRAMAH.COM – Budayawan Emha Ainun Najib atau familiar disapa Cak Nun dalam sebuah ceramahnya di Youtube menyoroti keadaan masyarakat yang menganggap budaya Arab sebagai budaya Islam.

Menurut Cak Nun, kesalahan paradigma ini berbahaya karena secara otomatis akan berdampak pada asumsi yang menyatakan bahwa budaya yang bukan berasal dari Arab dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, Allah SWT menciptakan beragam suku dan budaya sebagai suatu keniscayaan atau sunnatullah.

“Kita itu disuruh menjadi orang Jawa, bukan menjadi orang Arab. Jika semua suku harus berbudaya  Arab, lantas  konsep li ta’arAfu (saling mengenal) nya di mana?,“ ujar Cak Nun.

Cak Nun melanjutkan, sebagai orang Islam Indonesia, kita mesti mengambil esensi dari ajaran Islam itu sendiri, tanpa selalu mengaitkan dengan budaya Arab. Hal itu karena budaya harus terus dilestarikan selagi tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Menurut Cak Nun, ada pandangan di kalangan masyarakat yang mengagungkan budaya Arab dan menganggapnya sebagai ajaran Islam, tetapi di sisi lain justru merendahkan budayanya sendiri.

“Jubah dan sorban itu termasuk budaya Arab, jadi tidak wajib jubah itu dipakai dalam sholat, yang penting kan suci, dan menutup aurat, masalah pake baju takwa dan bangklon itu sah–sah saja jangan di permasalahkan,” tegasnya.

Cak Nun juga menegaskan, tujuan Allah menciptakan beragam perbedaan baik dari segi suku, bahasa, dan budaya agar setiap manusia bisa menghargai perbedaan itu sendiri.

Bahkan umat Islam di Indonesia pun begitu cinta terhadap bahasa Arab sebagai bahasa yang dipergunakan Nabi Muhammad.

Laulaka, Laulaka Ya Muhammad, jika bukan karena engkau Muhammad aku tidak akan mencintai bahasa Arab, tapi karena engkau Ya Muhammad, bahkan seribu bahasa pun yang kami tidak cintai pasti akan kami cinta, karena engkau Ya Muhammad,” pungkas pimpinan majelis Maiyahan itu.

%d blogger menyukai ini: