Quraish Sihab: Islam sebagai Rahmat dan Kasih-Sayang

ISLAMRAMAH.CO – Tantangan yang dihadapi oleh umat Islam tidak mudah. Umat Islam dituntut untuk membumikan nilai-nilai Islam yang mencerminkan rahmat dan kasih sayang. Sementara tantangan yang dihadapi semakin besar, karena umat Islam belum mampu mewujudkan ajaran tentang keramahtamahan dan kasih pada tataran praksis.

Islam sebagai rahmat atau kasih sayang itu jelas, namun terkadang tertutupi dengan ulah pemeluknya yang tidak mencerminkan nilai keislaman itu sendiri

Prof. Quraish Shihab Pakar Tafsir Indonesia

Hal tersebut disampaikan oleh Quraish Shihab, ulama tafsir terkemuka di negeri ini. “Islam sebagai rahmat atau kasih sayang itu jelas, namun terkadang tertutupi dengan ulah pemeluknya yang tidak mencerminkan nilai keislaman itu sendiri”, ungkap ahli tafsir al-Quran lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.

Ia juga menambahkan, perlu ada terobosan serius untuk mengedepankan perdamaian dan menjauhi kekerasan.  “Di samping itu, kedamaian harus dikedepankan dan diwujudkan dalam berbagai bidang, serta mengesampingkan jalan kekerasan karena itulah prinsip dasar Islam, cinta damai”, tegas ulama yang sudah menulis buku Tafsir al-Misbah.

Untuk mencapai itu semua, menurut Quraish Shihab, diperlukan pemahaman yang bersifat komprehensif terhadap sumber ajaran Islam. Pasalnya tidak sedikit umat Islam yang dapat memahami rujukan sumber hukum yang otoritatif, sehingga hanya terfokus pada satu rujukan saja, padahal sumber hukum dalam al-Quran mempunyai keterikatan antar ayatnya. Ada tahapan panjang untuk menentukan istinbath suatu hukum.

Pemahaman terhadap sumber hukum yang sepotong–potong pasti rawan akan klaim sepihak pembenaran yang berimbas pada intoleransi terhadap kelompok yang berseberang paham. Hal ini yang ditakuti nantinya akan merusak citra Islam terhadap pihak luar.

Tantangan lainnya, karena umat Islam kerap mengabaikan ibadah sosial. “Umat Muslim sekarang juga terkadang mengesampingkan ibadah sosial yang seharusnya dilakukan, seperti membantu orang lain. Banyak yang masih terpaku pada ibadah personal saja, , namun acapkali meninggalkan ibadah sosial. Padahal ibadah sosial bisa jadi masanya lebih penting daripada ibadah personal. Hal itulah yang menjadi penghambat rahmat“, ujar Quraish Shihab mengutip pendapat Muhammad Abduh.

Salah satu bentuk hambatan dari memperoleh rahmat  yaitu bersikap radikal, karena kurangnya ibadah sosial yang dijalankan. “Orang yang shaleh secara personal harus juga bisa shaleh secara sosial”, pungkas mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

 

 

Comments
Loading...