ISLAM RAMAH.CO – Di masa lalu, Irak merupakan negara kosmopolitan dengan peradabannya yang luhur dan adiluhung. Kita akan menemukan jejak perpustakaan dan ulama-ulama besar dari Irak.

Hal tersebut bisa dilihat dari peninggalan bersejarah yang berada di negeri 1001 malam itu. Namun perang dan konflik telah membuat negeri ini kehilangan banyak sekali khazanah masa lalunya.

Baru-baru ini, seorang pustakawan asal Irak, Abdusalem Abdulkareem menemukan sejumlah buku dan al-Quran yang usianya sudah ratusan tahun yang lalu. Konon, al-Quran itu merupakan pemberian dari Putera Mankota India. “Al-Quran ini sangat istimewa, dan hanya satu yang seperti ini. Setiap akhir dari ayat ada bunganya dan bintang. Saya tidak menemukan desain kaligrafis yang seperti ini di tempat lain”, ujar Abdulkareem yang sehari-hari menjadi pustakawan di Perpustakaan al-Qadiriyya yang berada di lingkungan makam wali besar, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

Buku-buku yang berada di dalam perpustakaan al-Qadiriyya merupakan buku-buku yang sangat penting karena usinya sudah ratusan tahun.

Invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 menjadi kisah pilu. Saddam Husein terbunuh dan Irak luluh lantah. Perpustakaan hancur. Di Baghdad sendiri terdapat 10 perpustakaan yang ambruk.

Perpustakaan al-Qadiriyya di antara perpustakaan yang masih bisa bertahan dari gempuran rudal dan tentara Amerika Serikat pada saat ini. “Perpustakaan ini adalah satu-satunya perpustakaan yang tidak dibombardir tentara Amerika Serikat, karena saya yakin Tuhan menjaganya. Kita semua yang berada di sini adalah sukarelawan”, ujar Syaikh Abdulrahman, ulama senior di Masjid Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.

Kisah buku yang selamat dari perang ini menjadi secercah harapan, bahwa kita selalu diingatkan untuk merawat peradaban dan akal sehat. Perang dan konflik hanya membunuh peradaban, sementara buku terus menjaga peradaban. Bahwa di masa lalu, umat terdahulu selalu berkarya dan menjadikan al-Quran sebagai cahaya kehidupan mereka.

Mereka yang berziarah ke makam Syaikh Abdul Qadir Jailani akan melihat khazanah buku di perpustakaan dan mengingatkan kita untuk melawan perang dengan buku dan peradaban.

%d blogger menyukai ini: