Khaled Abou El Fadl: Ketidakadilan Manusia Penyebab Kesalahpahaman atas Tuhan

BeritaKhaled Abou El Fadl: Ketidakadilan Manusia Penyebab Kesalahpahaman atas Tuhan

Dalam majelis kajian tafsir al-Quran yang ditayangkan kanal Youtube The Usuli Institute (19/4/2022), Khaled Abou El Fadl berbicara tentang pentingnya keadilan dari perspektif teologis. Dampak perilaku tidak adil yang dipraktikkan manusia, menjadikan Allah disalahpahami dan diragukan kasih sayang-Nya. Banyak teolog yang menuliskan tentang alasan terbesar manusia menjadi salah persepsi atas kasih sayang. 

“Manusia mulai meragukan Tuhan yang Pengasih atau mulai meragukan kasih sayang-Nya karena tersebarnya ketidakadilan di bumi. Dan itulah mengapa Tuhan begitu tertarik dan mendorong manusia hidup dengan keadilan. Sebab, ketika manusia berkomitmen pada ketidakadilan, watak kita sebagai manusia adalah kemudian menyalahkan Sang Pencipta atas ketidakadilan itu. Hal itu pun merusak rasa percaya (iman) kita, hingga mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan benar-benar penuh kasih? Apakah Tuhan benar-benar adil?”, demikian penjelasan Abou El Fadl.

El fadl melanjutkan, bahwa berangkat dari keraguan semacam itu, manusia kemudian mulai berperilaku seolah-olah tak ada keterampilan yang bisa dilakukan untuk menciptakan keadilan. Dengan kata lain, maraknya ketidakadilan di muka bumi, membuat manusia tidak peduli pada cara-cara keadilan. Sebab mereka mulai meragukan kasih sayang dan karakter adil Tuhan. 

Andaikan kita ada dalam suatu masyarakat yang tidak adil dan kejam, dan kita menyadari adanya keterhubungan antarmakhluk, maka sudah semestinya kita menjunjung tinggi belas kasih. Tak perlu dalil-dalil teologis atau diskusi panjang, jika ada kekejaman dan penderitaan, di mana kita  mengaku berkomitmen pada cinta kasih, maka kita harus bersegera untuk menegakkan keadilan. Merasakan keadilan adalah cita-cita hidup umat manusia yang harus disokong bersama.

Tuhan dan segala sifat-Nya memang tak akan terpengaruh atau rusak karena perilaku manusia. Namun, citra Tuhan di mata manusia bergantung pada perilaku para hamba yang mengaku menyembah-Nya. Ketika ajaran keadilan Tuhan diabaikan manusia, maka pada saat yang sama orang-orang yang melihat itu akan salah paham lau mulai mencurigai belas kasih dan keadilan-Nya. Itulah mengapa adil harus menjadi jantung segala perilaku umat manusia. Wallahu a’lam. []

Khalilatul Azizah
Redaktur Islamramah.co || Middle East Issues Enthusiast dengan latar belakang pendidikan di bidang Islamic Studies dan Hadis. Senang berliterasi, membahas persoalan sosial keagamaan, politisasi agama, moderasi, khazanah kenabian, juga pemikiran Islam.
Artikel Populer
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.