Buya Yahya: Jangan Merendahkan Pendosa

BeritaBuya Yahya: Jangan Merendahkan Pendosa

Majelis pengajian Buya Yahya disiarkan langsung melalui kanal Youtube Al-Bahjah TV secara rutin. Dalam pengajian (23/07) yang berjudul Kajian Tafsir Al-Qur’an: Surah An-Nahl : 93, Buya Yahya sempat menasehati jemaahnya unuk tidak menghujat dan membenci orang lain yang terlihat berdosa dan telah melakukan maksiat. Sebaliknya, sebagai Muslim sejati, kita diajarkan untuk memmelihat orang berdosa dengan pandangan penuh kasih sayang.

“Kami ingatkan kepada siapapun, kalau kita menemukan pendosa, hati-hati, jangan menghujat. Bahkan juga jangan membenci pendosa. Kalau kita ingin membenci, bencilah pekerjaannya. Kalau dia sudah tobat, dia menjadi kekasih kita. Kan begitu ajaran Nabi SAW”

Buya Yahya memperingatkan agar masyarakat tidak mencap seseorang sebagai pendosa, meskipun orang itu benar telah melakukan dosa. Apalagi jika orang itu telah bertaubat dan menyadari kesalahannya, maka jangan mengungkit-ungkit kesalahan masa lalunya. Buya Yahya menekankan nasehatnya sambil mengingatkan bahwa Nabi SAW pernah tegas menegur perilaku salah satu sahabat yang mengucilkan pendosa. Buya Yahya berkata “Apa kata Nabi SAW? Jangan kau bantu setan untuk menjerumuskannya kembali!” 

Sosok kiai karismatik pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon tersebut, menjelaskan bahwa sikap merendahkan dan mengucilkan pendosa adalah sebuah kekeliruan dalam memperlakukan orang yang berdosa, hal demikian dapat membuat orang itu semakin menjauh dari petunjuk dan bimbingan. “Dengan kita mengucilkan (dan) mempermalukan, bisa menjadi putus asa dia. Gara-gara kita salah mendidik orang yang berdosa” terang Buya Yahya.

Buya Yahya menambahkan bahwa daripada merendahkan pendosa, kita justru dianjurkan untuk merangkulnya. Memberikannya nasehat positif yang dapat memotivasi pada kebaikan dan taubat. Bagaimanapun, seseorang yang bertaubat akan terhapus dosanya sepri tidak pernah melakukannya. “Orang berdosa, kita besarkan hatinya, kita yakinkan bahwa Allah SWT Maha Pengampun, … Begitu, bukan merendahkan, bukan menghujat”

Baca Juga  KH Maimun Zubair: Guru Itu Mendidik, Bukan Membuat Pintar

Terakhir, dalam masalah ini, Buya Yahya sekali lagi mengingatkan agar kita cukup membenci perbuatannya, dosanya, bukan pelakunya. Dan sebaliknya, kita harus melihat pelaku dosa dengan belas kasih. “Ini nasehat bagi orang yang melihat pendosa, hati-hati, jangan melihat pendosa dengan mata merendahkan, tapi lihatlah mereka dengan mata kasih sayang dan cinta” pungkas Buya Yahya.

Selvina Adistia
Redaktur Islamramah.co. | Pegiat literasi yang memiliki latar belakang studi di bidang Ilmu al-Quran dan Tafsir. Menuangkan perhatian besar pada masalah intoleransi, ekstremisme, politisasi agama, dan penafsiran agama yang bias gender.
Artikel Populer
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.