Nur Rofiah: Jadikan Hal Duniawi sebagai Sarana Kemaslahatan

BeritaNur Rofiah: Jadikan Hal Duniawi sebagai Sarana Kemaslahatan

Dr. Nur Rofiah diundang untuk mengisi pengajian alumni ITB74 yang bertema Amanah Hidup Seorang Muslim dan Muslimah. Dalam rekaman pengajian yang diunggah di YouTube tersebut, Dr. Nur menekankan tentang pentingnya kesadaran terhadap peran intelektual dan spiritual manusia. Ia menjelaskan bahwa manusia bukan sekadar makhluk fisik, yang hanya menjalani kehidupan untuk bertahan hidup, akan tetapi makhluk yang mengemban amanah dan tanggungjawab dari Allah SWT. Manusia perlu memanfaatkan hal-hal duniawi sebagai sarana kemaslahatan, agar kelak bernilai besar ketika dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

“Jati diri yang paling utama dari manusia itu justru bukan fisik, karena fisik ini klo kita meninggal dia akan hilang. Sedangkan spiritualitas dan intelektualitas, itu akan terus hidup dan mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan ketika kita masih menjadi makhluk fisik” jelas doktor di bidang tafsir al-Quran ini.

Dr. Nur juga mengingatkan, meskipun dimensi spiritualitas manusia memang utama, namun bukan berarti bahwa hal-hal fisik tidak penting. Lebih lanjut ia menjelaskan, “tentu saja semua hal yang bersifat fisik, bersifat materi, bersifat duniawi, itu semua bisa punya nilai spiritual kalau menjadi media kemaslahatan, untuk menjalankan amanah manusia” ucap pengampu Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI) ini.

Menurut DR. Nur, seorang Muslim mestinya pandai dalam memanfaatkan dimensi fisiknya untuk kemaslahatan agar bernilai spiritual di hadapan Allah. “harta, jabatan, rumah kendaraan, dan lain sebagainya, semua adalah bersifat fisik, materi, dan duniawi. Tetapi semua itu bisa bernilai spiritual kalau kita menggunakannya sebagai media untuk melahirkan kemaslahatan seluas-luasnya” terang ulama perempuan karismatik ini.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai seorang Muslim, Iman kepada Allah harus melahirkan kebaikan pada seluruh anggota masyarakat, sehingga masyarakat Muslim  harus secara aktif mewujudkan kemaslahatan kepada masyarakat lain. “Karena itu kita diminta, sebagai Muslim, untuk berikhtiar sebagai individu tidak hanya sebagai shaleh dan shalehah tetapi juga muslih dan muslihah. Yaitu baik sekaligus secara akhtif melahirkan kebaikan kepada orang lain secara seluas-luasnya” pungkas Dr. Nur Rofiah.

Selvina Adistia
Redaktur Islamramah.co. | Pegiat literasi yang memiliki latar belakang studi di bidang Ilmu al-Quran dan Tafsir. Menuangkan perhatian besar pada masalah intoleransi, ekstremisme, politisasi agama, dan penafsiran agama yang bias gender.
Artikel Populer
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.