Gus Baha: Mengaku Cinta Islam, Jangan Sakiti Pemeluk Agama Lain

BeritaGus Baha: Mengaku Cinta Islam, Jangan Sakiti Pemeluk Agama Lain

Menunjukkan rasa cinta pada Islam adalah kecenderungan alamiah penganutnya. Sebagai bagian dari ekspresi komitmen pada apa yang diyakini. Namun, sebagian pihak acap kali salah sangka, bahwa Islam akan tinggi dengan cara merendahkan agama lain. Apa yang terjadi justru sebaliknya. Dengan menghina pemeluk agama lain, Islam sendiri yang merugi. Bagaimana Islam dipandang adalah bergantung pada perilaku umatnya. Siapapun yang mengaku mencintai Islam, jangan sekali-kali menghina agama tetangga.

Gus Baha berkisah dalam ceramahnya di kanal Youtube NU Online. Terlebih dahulu ia membacakan ayat 108 dari surat al-An’am yang artinya, Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. “Dahulu para sahabat, saking semangatnya berislam itu sampai mencela berhala latta dan uzza. Kemudian dibalas oleh kaumnya dengan celaan lebih kepada Allah”, jelas kiai yang dikenal humoris tersebut.

Cerita di atas menunjukkan, bukan kemuliaan Islam yang didapat, tapi Allah justru menjadi korban semangat keberagamaan yang keliru arah. Ayat di atas pun turun sebagai tanggapan dari kejadian sahabat Rasulullah tadi. Lebih lanjut Gus Baha menyampaikan sebuah hadis yang menceritakan percakapan Nabi dengan sahabat beliau. Dalam forum itu Rasulullah SAW mengingatkan agar jangan sampai seseorang mencela ayahnya. Para sahabat heran, bagaimana pula anak bisa memaki ayahnya. Nabi pun menuturkan, bahwa seseorang yang menghina bapak orang lain, lalu orang tersebut membalas celaan serupa untuk ayah orang yang mencela tadi. Dengan kata lain, menghina ayah orang lain sama dengan menghina bapak kita sendiri.

Merendahkan orang tak akan membuat derajat seseorang naik. Untuk meneguhkan cinta pada Islam, tempuhlah cara-cara santun dan bermoral. Dalam Islam, menahan diri dari berkata buruk pada kepercayaan orang lain adalah bagian dari menutup pintu potensi-potensi buruk (saddu al-dzari’ah). “Jika ingin Allah tidak dicela, Islam tak disakiti, maka jangan sakiti agama lain serta pemeluknya. Itulah cara mencintai Islam. Selain itu, menghormati agama lain jangan kira itu sebagai ikrar (pada agama tersebut)”, pungkas Gus Baha. Wallahu a’lam. []

Khalilatul Azizah
Redaktur Islamramah.co || Middle East Issues Enthusiast dengan latar belakang pendidikan di bidang Islamic Studies dan Hadis. Senang berliterasi, membahas persoalan sosial keagamaan, politisasi agama, moderasi, khazanah kenabian, juga pemikiran Islam.
Artikel Populer
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.