Innalillahi wainnailaihi rojiun. Masyarakat khususnya umat Islam Indonesia berduka atas wafatnya tokoh serta ulama besar, yang telah mendedikasikan pikiran, tenaga, dan jiwanya untuk ajaran agama Islam di Tanah Air. Negeri ini telah kehilangan salah satu sosok pendakwah yang memperjuangkan nilai-nilai Islam yang moderat, yakni Syekh Ali Jaber. Nasihat dan dakwah damainya yang menyejukkan hati, membuat ia dicintai dan disayangi seluruh kalangan masyarakat. Untuk itu, kita harus meneladani dakwah Syekh Ali Jaber tersebut.

Meninggalnya Syekh Ali Jaber adalah kesedihan mendalam bagi umat Islam Tanah Air. Dia adalah seorang yang punya konsistensi tinggi dalam menyebarkan Islam. Dakwahnya bertujuan untuk mengampanyekan ilmu agama yang mengandung kedamaian dan kelembutan. Selain itu, dalam hal politik, dia bisa menjaga diri agar tidak terjerumus masuk ke dalam tendensi salah satu pasangan politik. Sikap inilah yang menyebabkan Syekh Ali Jaber dicintai oleh seluruh kalangan masyarakat.

Kehilangan sosok tercinta juga diungkapkan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Dia mengatakan, Syekh Ali Jaber  telah banyak menorehkan jasa besar bagi dunia dakwah Tanah Air. Menurutnya, berpulangnya Syekh Ali Jaber menjadi negeri ini sangat kehilangan panutan umat, tempat masyarakat belajar agama. Selama pandemi ini, almarhum juga terus mengedukasi umat mengenai pencegahan Covid-19. Kemudian, dia pula mendoakan almarhum Syekh Ali Jaber agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Semasa hidupnya, Syekh Ali Jaber mempunyai keinginan tinggi dalam menyebarkan kedamaian agama Islam. Terbukti saat dia pernah terkena musibah dan menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal. Ketika itu almarhum melerai jamaah yang akan menghakimi pelaku tersebut. Dari situ, jamaah saat itu pun tidak menghakimi pelaku. Bayangkan, jika Syekh Ali Jaber tidak melarang jamaahnya untuk memukuli pelaku.

Selain itu, saat media memberitakan peristiwa tersebut, Syekh Ali Jaber dengan tenang menanggapinya. Dengan menjawab, apa yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah dan saya harus mengimaninya. Tidak apa-apa, saya memaafkannya agar saya mendapatkan ampunan dan ridha Allah. Setelah peristiwa itu, bukannya istirahat karena sakit, dia malah melanjutkan dakwahnya ke beberapa wilayah di negeri ini. Inilah salah satu kegigihan, keikhlasan, dan kelembutan hati Syekh Ali Jaber, yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain.

Di negeri ini, Syekh Ali Jaber meninggalkan warisan ilmu yang tak terlupakan. Saat berdakwah, dia selalu mengajarkan kita semua untuk meneladani sikap yang dimiliki Rasulullah SAW. Selain itu, ketika dia menjadi tamu di salah satu kanal Youtube milik artis Indonesia, dia melarang kita untuk memandang perempuan sebelah mata, atau menghina perempuan yang belum berhijab. Ucapan itu akan selalu diingat oleh masyarakat yang mencintainya.

Di sisi lain, Syekh Ali Jaber sangat cinta pada al-Quran. Dalam setiap dakwahnya, dia sering mencari hafidz-hafidz al-Quran di tempat ceramahnya. Dia juga selalu menjadi juri penghafal al-Quran di salah satu stasiun TV setiap bulan Ramadhan tiba. Maka itu, sudah tidak diragukan lagi keahlian, kemampuan, dan kecintaannya terhadap al-Quran. Tak hanya itu, dia juga seorang yang sangat mencintai Indonesia. Dibuktikan dengan, penantian lamanya yang menyatakan dia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dan saat ini, jenazahnya juga dimakamkan di negeri tercinta ini. 

Oleh karena itu, sifat yang dimiliki Syekh Ali Jaber patut kita teladani. Sebab, dia mempunyai kemampuan strategi dakwah moderat, sehingga almarhum dicintai dan disayangi seluruh kalangan masyarakat Tanah Air. Walaupun dia telah tiada, tetapi warisan ilmunya akan selalu diingat oleh seluruh kalangan masyarakat. Dengan demikian, semoga Allah menerima amal ibadah Syekh Ali Jaber dan ditempatkannya di Surga. Aamiin.

%d blogger menyukai ini: