Akhir-akhir ini, dunia khususnya negara-negara yang penduduk mayoritas Muslimnya terbesar, ramai bersama-sama melakukan aksi boikot penolakan produk Perancis. Boikot tersebut tak hanya dilancarkan di beberapa negara itu, tetapi sebagian kelompok masyarakat negeri ini juga ikut melangsungkan aksi tersebut. Aksi boikot tersebut dilakukan karena adanya perkataan Presiden Perancis yang menyinggung Nabi Muhammad SAW.

Aksi boikot yang diakukan oleh sekelompok orang itu pastinya tidak dibenarkan. Dari beberapa vidio yang viral di media sosial, ada kelompok orang yang membeli produk Perancis di sebuah toko super market hanya untuk dibakar dan dimusnahkan. Tentu hal tersebut dilarang oleh agama Islam, karena menghambur-hamburkan rezeki, sehingga membuat kemubaziran. Daripada dimusnahkan, lebih baik membagikannya kepada orang yang lebih membutuhkan.

Perbuatan yang menghambur-hamburkan rezeki juga dibenci oleh agama Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’: 26-27, yang artinya, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. Di sini mengapa aksi yang dilakukan sebagaian orang untuk memboikot produk perancis itu hal yang sia-sia.

Sedangkan jika boikot dilakukan oleh orang-orang dengan cara membeli, lalu memusnahkannya, hal itu sangat lucu sekali. Karena arti boikot secara garis besar adalah tindakan untuk tidak membeli, menggunakan, penolakan kerja sama atau berurusan dengan seseorang dan organisasi sebagai bentuk protes, tetapi oknum itu malah membelinya. Jika kita membeli lalu memusnahkannya itu bukan termasuk aksi boikot serta hal itu dapat menguntungkan bagi produser. Dan tidak akan berpengaruh bagi keadaan ekonomi Perancis. Hal itu adalah perbuatan yang sia-sia.

Di sisi lain, jika benar dengan cara memboikot produk Perancis dapat meresesi atau mengguncang ekonomi negara tersebut, maka kita juga harus berfikir panjang. Karena warga negara Perancis juga ada yang sesaudara seagama dengan kita, yakni Muslim. Pastinya memboikot produk Perancis itu akan berdampak besar, sebab warga Muslim dan warga yang tidak bersalah di sana pasti akan menerima dampaknya.

Sementara itu, sekelompok orang yang memboikot produk Perancis dengan alasan mencintai dan membela Nabi Muhammad SAW adalah perbuatan yang salah. Selain itu, cara mencintai Nabi Muhammad SAW bukan dengan boikot seperti itu, tetapi menggunakan cara bersholawat sebanyak-banyaknya sudah membuat bangga Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, daripada melakukan pekerjaan yang sia-sia. Lebih baik kita bersholawat kepada Baginda Besar kita, Nabi muhammad SAW. Karena dengan sholawat InsyaAllah kita akan mendapat safaatnya. Dan dengan sholawat segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan pasti akan minggat.

Nabi Muhammad juga menyarankan kita untuk selalu bersholawat kepadanya. Dibuktikan dengan adanya hadis yang berbunyi, “Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, sebagai pengikut Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad SAW, jangan lupa untuk memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW agar berhak mendapatkan safaat dari beliau.

Adapun keutamaan sholawat salah satunya adalah untuk menjalankan perintah Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah SWT dan para malaikatnya bersholawat untuk Nabi SAW. Allah SWT juga akan melipat gandakan kebaikan dan akan dihapusnya dosa kita oleh Maha Suci Allah SWT, hal ini dibuktikan dengan hadis yang menyebutkan, “Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah SWT bersholawat kepadanya sepuluh sholawat dan menghapus darinya sepuluh dosa” (HR. Ahmad).

Dengan demikian, mencintai Nabi Muhammad SAW janganlah menggunakan hal kejelekan. Melainkan bersholawatlah agar safaat Baginda Nabi Besar Muhammad SAW datang kepada kita. Marilah kita semua untuk bersholawat sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW serta mari kita perbanyak sholawat Nabi di masjid-masjid dan majlis taklim. Karena momentum sekarang juga sangat tepat sekali, sebab saat ini adalah bulan maulid, yakni bulan kelahiran sang pemimpin agung Nabi Muhammad SAW. Banyak sekali manfaat dari sholawat Nabi ini, seperti menjadi orang paling dekat dengan Nabi, dimudahkan terkabulnya doa, bahkan dimudahkan masuk surga.

%d blogger menyukai ini: