Bagi orang Indonesia, kata khilafah sudah tidak asing lagi, beberapa orang Non-Muslim juga ada yang tahu tentang khilafah, apa lagi bagi kaum Muslim pasti banyak yang lebih tahu. Tidak semua orang Muslim menyukai paham khilafah, dan pasti semua orang non-muslim tidak menyukai paham khilafah.

Salah satu organisasi penyokong khilafah di Negeri ini yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun, HTI sudah resmi dibubarkan oleh pemerintah pada tahun 2017 yang lalu. Walau HTI sudah dibubarkan, tetapi antek-antek HTI ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus-menerus menyuarakan penegakkan khilafah di Indonesia.

Setelah dibubarkan, pasti HTI mempunyai strategi baru untuk menyebarkan paham khilafah. Salah satunya di Media Sosial. Mereka berani, bahkan secara terang-terangan mereka menyebarkan paham khilafah. Perjuangan dakwah mereka di media sosial menjadi gencar, karena kebebasannya dalam menyebarkan dakwah tersebut.

Saat ini mereka sangat leluasa dalam menyuarakan perjuangan penegakkan khilafah di Indonesia. Media sosial pun sudah mereka kuasasi. Seperti di twitter, hampir setiap hari kalimat-kalimat mereka tranding, di youtube pun seperti itu, dakwah ustadz-ustadz mereka sesekali lewat di beranda youtube kita. Kita pun sebagai orang yang anti khilafah menjadi resah. Bahaya jika orang-orang awam melihat dakwah ustadz antek-antek HTI ini. Mereka bisa dicuci otaknya agar mengikuti keinginan ustadz tersebut.

Pastinya, dalam menangkal paham khilafah gaya baru ini, kita sebagai warga negara Indonesia sepatutnya belajar lebih dalam lagi tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan bagi orang-orang yang sudah paham, mari kita bersama-sama ikut mengajak masyarakat awam untuk menolak paham khilafah di Indonesia.

Bagaimana respons dan tanggapan kita agar menangkal strategi khilafah gaya baru, dan ikut mengajak masyarakat agar menolak paham khilafah? Yang pertama, mari kita menyuarakan bahaya laten khilafah yang disokong oleh HTI dan antek-anteknya. Kedua, ikut menyuarakan dan menyebarkan Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika ke lingkungan kita.

Pemerintah sebagai instansi yang sangat berpengaruh dalam meredam perkembangan khilafah di Indonesia, wajib hukumnya menyuarakan Empat Pilar Kebangsaan keseluruh kalangan masyarakat, dan harus masuk ke daerah-daerah terpencil, agar penyebarannya menyeluruh, merata, dan bisa sampai kepada masyarakat-masyarakat yang awam.

Pemerintah juga sebagai instansi yang resmi di Indonesia harus menggandeng erat organisasi ke Islaman masyarakat, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk memerangi paham khilafah, karena kedua organisasi tersebut menolak keras paham khilafah, dan telah ikut berjuang dalam menegakkan NKRI. Sejarah telah mencatat itu.

Media sosial juga harus kita manfaatkan dan kita kuasai untuk mencegah paham-paham khilafah. Bersama-sama mari kita ikut serta dalam mencegah paham khilafah. Perang kita bukan dengan bunuh-bunuhan, tetapi dengan cara adu gagasan melawan antek-antek penyokong khilafah.

Oleh: Firman Maulana