“New Normal” Harus Perhatikan Pesantren, Bukan Hanya Pengusaha

ISLAMRAMAH.CO, Pemerintah Indonesia berencana membuka kembali berbagai aktivitas kehidupan masyarakat secara normal di tengah-tengah pandemi Covid-19. Meskipun penyebaran Covid-19 makin meluas dan tak ada kepastian kapan wabah akan berakhir, namun kehidupan masyarakat dianggap tidak mungkin terus menerus dibiarkan menjadi lumpuh. Pemerintah mengusung wacana “new normal”, yakni kehidupan baru untuk beradaptasi dengan wabah.

Namun demikian, pemerintah didesak tidak hanya membuka sektor-sektor yang bersifat pragmatis-ekonomis semata. Pemerintah juga diminta memperhatikan ratusan ribu pesantren di Indonesia yang juga terdampak pandemi Covid-19. Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mendesak agar pemerintah tidak gegabah dalam menerapkan kebijakan pola hidup normal baru.

Ia mengatakan, lembaga pesantren di Indonesia banyak terdampak saat new normal diberlakukan. “Untuk itu, saya ajak seluruh kader Ansor dan kader NU untuk mendesak pemerintah agar bukan hanya pengusaha yang diperhatikan, tetapi juga pesantren,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya kepada kader Ansor sedunia dalam Halal Bihalal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang digelar secara virtual, Senin (25/5) malam.

Gus Yaqut meminta semua pihak, terutama pemerintah untuk memikirkan masa depan pesantren di Indonesia. Pasalnya, pesantren adalah pondasi bagi karakter bangsa Indonesia di masa depan. Pesantren juga dinilai memberikan kontribusi besar terhadap bangsa Indonesia.  

“Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama memikirkan karena selama ini kontribusi pesantren dan santri-santri kepada bangsa Indonesia juga sangat besar. Saya tidak ingin pandemi ini memakan korban yang banyak, khususnya sahabat kita di pesantren,” pungkasnya.

Comments
Loading...