ISLAMRAMAH.CO, Ulama tafsir terkemuka asal Indonesia, Prof. Dr. Quraish Shihab menyayangkan penolakan sebagian masyarakat terhadap jenazah korban Covid-19. “Saya kira paling sedikit dia harus dikecam,” katanya pada program KELAS.MU BELAJAR LIVE yang disiarkan cariustadz.id, Ahad (12/4). Acara tersebut bertemakan “Menolak Jenazah dalam Pandangan Agama dan Sisi Kemanusiaan”.

Ia meminta masyarakat kasus tersebut menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali di kemudian hari. “Walaupun bisa jadi nanti (pelaku) tidak dijatuhi hujuman yang berat, tapi penangkapan itu sendiri, itu merupakan suatu hukuman dan peringatan keras untuk dia dan orang-orang yang lain yang akan melakukan hal yang sama,” kata pendiri Pusat Studi Al-Qur’an itu.

Ia menambahkan, sebagai seorang Muslim yang baik, hendaknya menghormati orang lain, termasuk mereka yang memiliki keyakinan berbeda. “Agama orang lain harus dihormati. Walaupun kita tidak seagama, tetapi ada hal-hal dalam hidup ini, ada nilai-nilai yang sebenarnya kita sepakati untuk itu,”ujarnya.

Salah satu di antara sikap menghormati manusia adalah dengan turut berduka cita terhadap musibah atas meninggalnya seseorang, bukan dengan menolak jenazahnya. “Menghormati orang mati, mengikuti tata cara untuk membumikannya, menampakkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya