Quraish Shihab: Sayyidina Umar Tidak Bepergian Saat Terjadi Wabah

ISLAMRAMAH.CO, Umat manusia di berbagai penjuru dunia tengah dilanda musibah penyebaran virus Korona atau Covid-19. Di Indonesia, pemerintah menginstruksikan warganya agar tidak bepergian keluar kota dan tidak mendatangi kegiatan-kegiatan yang mengundang banyak massa. Pemerintah pun meminta warga agar melakukan karantina dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Korona dan mencegah timbulnya korban-korban baru.

Kondisi demikian mengingatkan kita tentang riwayat yang menyebutkan bahwa di zaman Sahabat Nabi pernah terjadi musibah penyebaran wabah yang mengancam keselamatan manusia. Menurut Direktur Pusat Studi Quran (PSQ), Prof. Dr. Quraish Shihab, ketika musibah itu terjadi, Umar bin Khattab memilih tidak mengunjungi wilayah yang tengah terkepung oleh wabah.

Ternyata keputusan Umar ditentang oleh sebagian orang. Mereka mempertanyakan sikap Umar yang seolah-olah takut pada takdir Allah. Menurut orang-orang tersebut, tidak perlu takut pada wabah karena yang menentukan kematiaan seseorang adalah kehendak Allah. Menyikapi hal itu, Umar pun mengatakan, bahwa ia sesungguhnya tidak lari dari takdir Allah, melainkan berusaha (ikhtiar) semaksimal mungkin untuk terjadi hal-hal keburukan.

Memang semua yang terjadi di muka bumi ini merupakan takdir dan campur tangan Allah SWT. Namun demikian, menurut Umar ketika itu, menjemput takdir haruslah dengan ikhtiar semaksimal mungkin. Setelah segala upaya dan daya dilakukan barulah tugas bagi seorang manusia adalah menyerahkannya kepada Allah SWT.

“Sayyidina Umar mau keluar kota, dapat berita bahwa di kota itu ada wabah, dia katakan saya tidak jadi pergi lalu ada yang bertanya, wahai Umar apa kau lari dari takdir Tuhan, Dia jawab iya saya lari dari takdirnya menuju takdir yang lain, anda bisa pilih takdir atau tidak? Itu takdir semua ada ukurannya, jangan pernah menduga anda bisa keluar dari ukuran, tetapi anda bisa memilih, kita tidak bisa keluar dari takdir Tuhan namun kita dapat memilihnya,” pungkas penulis Tafsir Al Misbah tersebut sebagaimana dilansir santri.online.

Comments
Loading...