Sementara Waktu Umat Muslim Tidak Dianjurkan Shalat Jumat

ISLAMRAMAH.CO, Di tengah merebaknya virus Corona, umat Muslim diminta untuk tidak memaksakan diri melaksanakan kegiatan ibadah yang bersifat mengundang banyak orang, seperti tabligh akbar, shalat berjamaah, hingga shalat Jumat. Menyelamatkan jiwa banyak orang sesungguhnya merupakan perintah agama. Karena itu, dalam kondisi tertentu, umat Muslim tidak dianjurkan melaksanakan shalat Jumat dan lebih baik menggantinya dengan ibadah shalat dhuhur di rumah masing-masing.

Prof. Dr. Quraish Shihab mengatakan, ulama menganjurkan umat Muslim tidak melaksanakan shalat Jumat sementara waktu, demi menjaga kemaslahatan bersama, yakni mencegah penyebaran virus corona dan menyelamatkan jiwa banyak orang. “Virus Corona, semua sepakat ia membahayakan hidup manusia. Maka, ulama-ulama memberikan fatwa, tidak dianjurkan bagi mereka untuk hadir dalam shalat-shalat berjamaah, bahkan shalat Jumat,” katanya dalam video yang diunggah Narasi.tv (19/3)

Quraish Shihab menjelaskan bahwa ketika zaman Nabi, pernah umat Muslim diminta tidak menunaikan shalat berjamaah lantaran tengah terjadi hujan lebat yang membuat pelaksanaan shalat tidak dimungkinkan. “Dulu, pada zaman Sahahat Nabi pernah terjadi hujan lebat, sehingga jalan becek. Azan ketika itu diubah redaksinya, panggilan ketika itu berbunyi, shalatlah di rumah kalian masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Quraish Shihab, Islam adalah agama yang mudah. Kewajiban ibadah tertentu bagi seorang Muslim akan fleksibel apabila waktu tidak memungkinkan. “Ini bukan berkaitan dengan keselamatan jiwa, tetapi berkaitan dengan kesehatan dan kemudahan, itu pandangan agama,” pungkas ulama lulusan Al-Azhar, Kairo Mesir tersebut.

Comments
Loading...