Kiai Said Aqil Siroj: Wujudkan Toleransi dalam Kehidupan Sehari-Hari

ISLAMRAMAH.CO, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj mengingatkan masyarakat untuk menerima keberagaman di Indonesia. Menurutnya, sikap toleransi tidak hanya sebatas lisan semata, tetapi diwujudkan dalam praktik kehidupan sosial masyarakat, minimal menerima dan memahami perbedaan yang ada, baik perbedaan budaya, bahasa, bahkan perbedaan keyakinan.

“Toleransi tidak bisa hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam praktik keberagamaan sehari-hari. Kami Nahdlatul Ulama memulai dari diri sendiri,” kata Kiai Said di hadapan Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Al-Islami (Liga Muslim Dunia) Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (27/2) siang.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur tersebut meminta masyarakat untuk berlaku adil terhadap semua kelompok yang berbeda. “Biasanya mayoritas menindas minoritas. Partai mayoritas menindas partai minoritas. Kami Muslim di Indonesia mayoritas, tetapi menjaga minoritas. Kami tidak menyakiti minoritas,” kata Kiai Said.

Kiai Said menambahkan, kunjungan seperti ini biasa disebut silaturrahim dalam bahasa agama. Ucapan salam, jabat tangan, bertukar kabar, dan perbincangan merupakan bentuk konkret silaturahim. Tetapi, menurutnya, semua itu tidak cukup.

“Silaturahmi bukan hanya mengucap salam dan berjumpa. Tetapi setelah itu adalah silatul fikr. Silatur ruh, ini yang paling penting. Ada dialog pemikiran. Ada perjumpaan kebudayaan,” Pungkas Kiai Said.

Comments
Loading...