ISLAMRAMAH.CO,Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, KH Said Aqil Siroj meminta para santrinya agar tidak menjadi orang yang kagetan. Menurutnya, orang yang suka kagetan, jiwanya kecil sehingga kesuksesan tidak akan tergapai. “Tidak usah gugup, terperanjat, kaget. Hadapi dengan tenang,” kata Kiai Said dalam rekaman video Pengajian Maulid Barzanji yang diunggah oleh halaman facebook Al-Tsaqafah, Rabu (22/1).

Kiai asal Cirebon tersebut mengumpamakan sikap minder dengan pertandingan tinju. Menurutnya, saat jelang pertandingan masing-masing lawan mencoba memengaruhi mental, sehingga sebelum pertandingan dimulai akan minder. Namun demikian, petarung sejati tidak akan minder, tetapi tetap percaya diri. “Petinju sebelum main betulan, saling menjatuhkan kejiwaan lawan. Supaya lawannya minder.  Seharusnya tetap berpikir ‘Saya lebih hebat’, maka akan menang,” papar Kiai Said

Kiai Said meminta kepada para santri agar tidak pesimis dalam menimba ilmu. Sikap optimisme harus menjadi spirit untuk mengarungi masa depan. “Saya harus lulus. Pelajaran madrasah gampang, saya bisa,” Kiai Said memotivasi.

Menurut Kiai Said, Nabi Muhammad pun selalu memberikan aura opimis kepada sahabat-sahabatnya. “Maka Nabi Muhammad tidak sekali-keli melihat mimpi kecuali seperti fajar menyingsing yang selalu memberikan sinar atau cahaya. Supaya membiasakan dengan kekuatan fisiknya yang bersifat kemanusiaan. Mimpi indah, positif, menyenangkan sehingga jiwanya kuat. Nabi dipersiapkan akan menerima wahyu,” pungkas Kiai Said.

%d blogger menyukai ini: