ISLAMRAMAH.CO, Menjelang hari raya Natal bagi umat Kristiani, pro-kontra mengenai ucapan tahniah selalu muncul. Sebagian mengatakan tidak boleh, bahkan haram lantaran kekhawatiran yang berlebih umat Muslim akan terjerumus ke dalam kekafiran karena mengucapkan selamat Natal sama halnya dengan meyakini keyakinan umat Kristiani. Namun sebagian yang lain mengatakan boleh untuk menghormati keyakinan umat agama lain karena tidak mungkin hidup di dunia ini tanpa adanya perbedaan, termasuk perbedaan dalam keyakinan.

Menurut ulama besar asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz, umat Muslim boleh mengucapkan tahniah atas hari raya umat agama lain selama tidak meyakini kebenaran dari agama lain tersebut. Habib Umar menekankan pentingnya sikap moderat karena Islam adalah agama moderat (wasatiyah) untuk memberikan rahmat bagi seluruh makhluk semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).

“Ekstrimisme yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena konsep wasathiyah mulai terkikis,” terang Habib Umar dalam acara bedah buku karyanya, al-Wasathiyyah fil Islam (Moderat dalam Perspektif Islam) yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Habib Umar menyebut Wali Songo sebagai contoh ideal yang berhasil menerapkan prinsip moderat dalam kegiatan dakwah menyebarkan Islam di Nusantara. Dengan cara-cara yang moderat, seimbang dalam melihat persoalan apapun, maka Islam akan mudah diterima oleh masyarakat luas. “Dengan sikap moderat yang ditunjukkan Wali Songo, Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia,” ujar Habib Umar.

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menjawab salah satu pertanyaan dari jamaah mengenai ucapan Natal. Menurutnya, ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

%d blogger menyukai ini: