Indonesia Beruntung Memiliki Santri

ISLAMRAMAH.CO, Hari Santri Nasional 2019 yang akan berlangsung seminggu lagi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran dan kontribusi santri terhadap Tanah Air Indonesia. Santri tidak saja berkontribusi terhadap pembangun bangsa Indonesia. Santri juga menjadi harapan bagi generasi bangsa di masa yang akan datang, sebab santri telah berkontribusi membangun budaya Indonesia, bahkan sampai pada tata pemerintahan.

Pesan itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud pada Lailatul Ijtima dan Refleksi Hari Santri yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di kantor NU setempat, Kota Semarang, Senin (14/10). Menurut Kiai Marsudi, Indonesia beruntung memiliki santri karena santri berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa yang islami dan budaya luhur. “Indonesia beruntung memiliki budaya yang berasal dari santri,” ucapnya.   

Menurut Kiai Marsudi, budaya di Indonesia sesungguhnya mengandung nilai-nilai islam karena meskipun tidak diformalkan, budaya yang ada tidak bertentangan dengan nilai-nilai islam. Hal itu menurutnya tak lepas dari hasil pemikiran dan sumbangsih santri terhadap pembangunan bangsa. “Budaya itu hasil dari pemikiran. Lah kalau budaya itu dilandasi ajaran Islam, maka menjadi budaya yang islami,” jelasnya.

Kiai Marsudi mencontohkan, banyak istilah-istilah ketatanegaraan bangsa yang sebenarnya lahir dari nilai-nilai islam yang dikembangkan para santri. Misalnya istilah DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), Mahkamah Agung, Pengadilan dan sebagainya, merupakan istilah-istilah yang diambil dari Bahasa Arab yang di dalamnya terkandung spirit nilai-nilai islami. “Negara kita memiliki majelis permusyawaratan rakyat, dewan perwakilan rakyat, itu bahasa santri,” pungkasnya.

Comments
Loading...