KH Luqman Hakim: Lupakan Kebaikan Masa Lalu Kita

ISLAMRAMAH.CO, Setiap orang pasti pernah berbuat baik terhadap orang lain, baik sebuah kebaikan dalam lingkup kecil maupun besar. Namun demikian, setiap perbuatan baik hendaknya tidak kita jadikan sebagai alas an untuk menuntuk kebaikan pula dari orang lain. Sebab, kebaikan adalah amal yang tak memerlukan timbal balik. Hanya Allah Swt lah yang berhak membalas kebaikan kita.

Selaras dengan hal tersebut, menurut KH Luqman Hakim, tidak perlu kita mengingat kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat terhadap orang lain. Hal itu bisa mencerminkan ketidakikhlasan kita berbuat baiik. “Masih senang mengingat dan mengenang kebaikan bahkan prestasi ibadah di masa lalu? Mulai saat ini lupakan semua itu,” ucap Kiai Luqman dikutip NU Online, Jumat (6/9), lewat twitternya.

Praktisi Tasawuf itu menegaskan, semakin mengingat-ingat kita terhadap kebaikan kita pada orang lain, semakin hilang pula keikhlasan amal ibadah. Bahkan dalam tahap yang lebih ektrem, sikap semacam itu berpotensi melahirkan kesombongan dan perasaan paling baik daripada orang lain. “Berganti dengan takjub diri, rumongso paling (merasa paling), dan berujung takabur,” jelasnya.

Kiai Lukman mengingatkan agar kita menjadi pribadi yang ikhlas dan tulus berbuat baik terhadap orang lain. “Jika ingin disiplin ubudiyah (menuju Allah) harus didukung tulus, ikhlas, dan ketenangan kalbu,” ungkap kiai yang aktif mengisi pengajian tasawuf di semua lapisan masyarakat ini.

Selain itu, Direktur Sufi tersebut juga mengatakan bahwa bagi orang yang rendah hati dan tidak mengumbar kebaikan-kebaikannya, maka sesungguhnya Allah Swt akan meninggikan derajatnya. “Di antara tanda Allah mengangkat harkatmu ialah Allah menakdirkanmu rendah hati,” pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat itu.

Comments
Loading...